Berita Tapin
Dibeli Warga yang Bukber di Rantau Baru Tapin, Pedagang Kembang Api Raup hingga Rp 2 Juta per Hari
Salah seorang pedagang, Rizkyah, mengatakan penjualan kembang api meningkat cukup signifikan selama Ramadan.
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Ratino Taufik
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Suasana malam Ramadan di kawasan Pasar Raya Rantau atau Pasar Lama Rantau tampak semakin semarak.
Selain dipadati warga yang berburu takjil, pedagang kembang api juga kebanjiran pembeli.
Kembang api tersebut banyak dibeli warga yang menghabiskan waktu berbuka puasa bersama di kawasan ruang terbuka publik Rantau Baru, Minggu (15/3/2026) malam.
Salah seorang pedagang, Rizkyah, mengatakan penjualan kembang api meningkat cukup signifikan selama Ramadan.
Bahkan dalam sehari ia bisa meraup omzet hingga lebih dari Rp 2 juta saat pembeli sedang ramai.
“Kalau lagi ramai bisa sampai Rp 2.400.000 sehari. Tapi kalau lagi sepi biasanya sekitar Rp 1.500.000,” ujarnya.
Dia menjelaskan, biasanya mulai berjualan sejak pukul 09.00 Wita hingga sekitar pukul 22.00 Wita.
Bahkan terkadang masih ada pembeli yang datang hingga mendekati pukul 23.00 Wita.
Menurutnya, pembeli paling banyak berasal dari keluarga yang datang bersama anak-anak ke kawasan Rantau Baru.
Baca juga: Dua Warga Aluh-Aluh Tewas Tersambar Petir di Tabunganen Batola, Jenazah Langsung Dimakamkan
“Biasanya yang beli orang tua untuk anak-anak yang main di siring. Mereka menyalakan kembang api sambil menunggu waktu malam,” katanya.
Harga kembang api yang dijual juga bervariasi. Untuk jenis kecil dijual sekitar Rp 5.000 per buah, sementara jenis lainnya ada yang dijual hingga Rp 70.000 per paket.
Meski demikian, Rizkyah mengingatkan para orang tua agar tetap mengawasi anak-anak saat bermain kembang api agar tidak membahayakan.
“Yang penting jangan dekat-dekat dengan api dan harus diawasi orang tua supaya aman,” pesannya.
Dia menambahkan, penjualan kembang api biasanya hanya ramai saat Ramadan dan malam pergantian tahun. Di luar itu, pembeli relatif jarang.
“Biasanya ramai saat Ramadan seperti sekarang, sama malam tahun baru,” tambahnya.
Sementara itu, ramainya aktivitas warga di ruang terbuka publik Rantau Baru membuat suasana malam Ramadan semakin meriah.
Selain berbuka puasa bersama, warga juga menikmati hiburan sederhana dengan menyalakan kembang api di area terbuka tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)
| Petani Rangda Malingkung Tapin Panen Padi Siam Kupang, Tikus dan Burung Mayar Ganggu Produksi |
|
|---|
| Harga Dexlite Naik, Operator Mesin Panen Padi di Tapin Beralih ke Biosolar Eceran |
|
|---|
| Bantuan Kebakaran Asam Randah Tapin Mengalir, Kades Berharap Koordinasi Penanganan Ditingkatkan |
|
|---|
| Kebakaran di Hatungun Tapin Ludeskan Rumah Ali Fandi, Warga Berjibaku Padamkan Api Pakai Ember |
|
|---|
| Operator Mesin Panen Padi di Tapin Keluhkan Sulit Dapat Biosolar, Terpaksa Beli Rp18 Ribu per Liter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Warga-berbelanja-kembang-api-di-kawasan-Pasar-Raya-Rantau-Jalan-Brigjen-Hasan-Basri.jpg)