Berita Tapin
Harga Dexlite Naik, Operator Mesin Panen Padi di Tapin Beralih ke Biosolar Eceran
Operator mesin panen padi di Tapin memilih membeli Biosolar di eceran setelah kenaikan dexlite
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Keluhan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi disampaikan operator mesin panen padi Combine Halvester di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Sabtu (16/5/2026).
Seorang operator Combine Halvester asal Kalimantan Tengah, Rahman, mengaku kesulitan memperoleh Biosolar untuk operasional alsintan saat musim panen padi berlangsung.
Menurutnya, sebelumnya mesin panen menggunakan Dexlite. Namun, setelah harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian, operator beralih menggunakan Biosolar agar biaya operasional lebih ringan.
“Dulu pakai Dexlite, sekarang beralih ke Biosolar. Tapi mendapatkan Biosolar juga sulit,” ujarnya saat ditemui di lokasi panen.
Baca juga: Kebakaran di Hatungun Tapin Ludeskan Rumah Ali Fandi, Warga Berjibaku Padamkan Api Pakai Ember
Rahman mengatakan operator kombine tidak diperbolehkan membeli BBM menggunakan jiregen di SPBU.
Akibatnya, mereka terpaksa membeli Biosolar di tingkat eceran dengan harga jauh lebih mahal.
“Satu liter Biosolar kami beli Rp 18 ribu di eceran. Kalau dulu eceran sekitar Rp 14 ribu,” katanya.
Ia mengaku dalam sekali operasional, mesin komben menghabiskan sekitar 30 liter BBM untuk mengerjakan sekitar enam borong lahan panen.
Baca juga: Hotspot Mulai Muncul di Tapin, BPBD Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Karhutla
Tingginya harga BBM eceran tersebut, lanjut Rahman, turut mempengaruhi biaya jasa panen yang kini mencapai Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per karung gabah.
“Kenaikan jasa panen itu juga karena biaya minyak. Kalau BBM sulit dan mahal, operasional Combine ikut berat,” ucapnya.
Rahman yang sudah sekitar satu bulan bekerja keliling di wilayah Tapin berharap ada solusi agar operator alsintan lebih mudah mendapatkan BBM, khususnya saat musim panen berlangsung. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)
| Kebakaran di Hatungun Tapin Ludeskan Rumah Ali Fandi, Warga Berjibaku Padamkan Api Pakai Ember |
|
|---|
| Operator Mesin Panen Padi di Tapin Keluhkan Sulit Dapat Biosolar, Terpaksa Beli Rp18 Ribu per Liter |
|
|---|
| Hotspot Mulai Muncul di Tapin, BPBD Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Karhutla |
|
|---|
| Jalan Penghubung Kecamatan Lokpaikat dan Piani Tapin Kembali Tergenang Banjir |
|
|---|
| Gerakan Desa Lawan Pengangguran, Inovasi DELIMA & ANGGUR Tekan TPT di Tapin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Operator-mesin-panen-padi-keluhkan-sulit-dapat-BBM.jpg)