Berita Tanahbumbu

Jalan Batulicin-Kandangan Longsor, Kapolsek Mantewe Minta Pemudik Waspada

Kapolsek Mantewe, Iptu Kusnin, mengonfirmasi jajarannya telah melakukan pemasangan papan imbauan di titik-titik rawan longsor

Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/HO-Polsek Mantewe
Petugas kepolisian Polsek Mantewe, Tanahbumbu memperlihatkan titik rawan longsor di Jalur Kandangan-Batulicin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kabupaten Tanahbumbu menjadi salah satu sentral perlintasan pemudik di Kalimantan Selatan pada Lebaran 2026 mengingat statusnya sebagai wilayah tujuan perantau sekaligus jalur penghubung ke Kalimantan Timur.

Setidaknya ada tiga jalan strategis yang menjadi tumpuan utama pemudik. Pertama adalah Jalan Ahmad Yani yang menghubungkan Kota Banjarmasin, Tanahlaut, Tanahbumbu, Kotabaru hingga Kaltim.

Jalur kedua adalah rute alternatif Kota Banjarbaru-Kota Batulicin Tanbu yang diresmikan 2024. Jalur ini kini menjadi pilihan favorit karena mampu memangkas waktu tempuh satu hingga dua jam dibandingkan melewati Jalan Ahmad Yani.

Kemudian terdapat jalur Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan-Batulicin yang merupakan akses tercepat bagi pemudik yang ingin menuju wilayah Hulu Sungai.

Baca juga: Pemudik Jalur Laut di Banjarmasin Diprediksi Naik 15 Persen, Enam Kapal Roro Siap Mengangkut

 Jalur ini menjadi penghubung vital antara daerah pegunungan dengan wilayah pesisir Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanbu Muhammad Yusri menjelaskan ketiga jalur tersebut dalam proses pemeliharaan instansi terkait demi kelancaran arus mudik dan balik.

“Jalan Ahmad Yani dan jalan Kandangan-Batulicin milik Balai Jalan Nasional. Sedangkan jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin milik Provinsi Kalsel,” ujar Muhammad Yusri.

Adapun Dinas PUPR Tanbu melakukan penanganan khusus pada jalan penghubung antar-kecamatan agar masyarakat merasa nyaman saat pulang kampung.

Namun, pengendara yang melintasi jalur Batulicin-Kandangan diminta meningkatkan kewaspadaan karena jalan yang mengitari lereng gunung dilaporkan mengalami longsor di beberapa ruas.

Kapolsek Mantewe, Iptu Kusnin, mengonfirmasi jajarannya telah melakukan pemasangan papan imbauan di titik-titik rawan longsor. “Beberapa titiknya mengalami longsor,” katanya.

Untuk menunjang keamanan, Polres Tanbu telah mengaktifkan enam pos strategis sejak Jumat (13/3).

Kabag Ops AKP H. Tony Haryono, menyebutkan fasilitas khusus juga disiagakan di pos pelayanan di Kilometer 55 Kecamatan Mantewe dan Desa Tamunih, Kecamatan Teluk Kepayang. “Di pos pelayanan ini kami menyediakan towing untuk antisipasi jika ada mobil rusak atau kendala pada kendaraan,” tambah AKP Tony.

Jalan Nasional di Desa Binderang, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, juga berlubang, meski sebagian sudah dilakukan penambalan. Hal tersebut disampaikan Siti Romlah, bidan di Kecamatan Lokpaikatt, Minggu (15/3).

Baca juga: Dishub Tabalong Siapkan Layanan Mudik Gratis, Siapkan 8 Unit Minibus Rute Tanjung-Banjarmasin

Menurutnya, masih ada lubang dalam terutama di jalur seberang yang menuju arah Kandangan.

“Kalau yang di sebelah sini sudah ditambal yang berlubang, tapi untuk yang di sebelah sana masih banyak lubang yang cukup dalam,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved