Berita Balangan

Program Jembatan Garuda Bakal Pulihkan Akses Jembatan Gantung Warga Desa Dayak Pitap Balangan

Dampaknya, akses penyeberangan warga setempat untuk ke lokasi pertanian semakin sulit. Bahkan mereka harus menyeberang aliran sungai

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Ratino Taufik
Istimewa/Pendim 1001/HSU-Balangan
Babinsa Koramil Awayan, Kodim 1001/HSU-Balangan, Serka Romanus mengecek jembatan gantung yang putus di Desa Dayak Pitap, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Akhir tahun kemarin, jembatan gantung di Desa Dayak Pitap, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan alami kerusakan hingga runtuh.

Dampaknya, akses penyeberangan warga setempat untuk ke lokasi pertanian semakin sulit. Bahkan mereka harus menyeberang aliran sungai untuk menuju kebun.

Sebagian pula, menyeberangkan kendaraan secara mandiri lewat aliran sungai, kemudian di parkir di seberangnya agar lebih mudah untuk ke kebun. Tentunya, penyeberangan yang langsung lewat sungai ini hanya bisa dilakukan saat debit air sedang turun.

Kepala Desa Dayak Pitap, Supiani menyampaikan, keadaan tersebut membuat aktivitas pertanian warga terhambat. Pasalnya jembatan penyeberangan itu dibutuhkan untuk mempermudah jalan saat membawa hasil kebun.

"Kasian mereka kalau mau ke kebun, jaraknya jauh, dua sampai tiga kilometer dari permukiman. Kadang ada yang tidak jadi berangkat karena jembatan belum bisa dilewati," ujarnya saat dihubungi Bpost, Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Libur Akhir Pekan, Misbah Ajak Dua Anaknya Wisata Gratis ke Kolam Ikan Koi RTH Rantau Baru Tapin

Baru-baru ini, Babinsa Koramil Awayan, Kodim 1001/HSU-Balangan, Serka Romanus Budianto Simarmata membawa kabar baik ke Desa Dayak Pitap

Ia menginformasikan adanya program Jembatan Garuda yang bertujuan untuk membangun kembali jembatan gantung yang putus akibat banjir di desa tersebut.

Serka Romanus datang ke Desa Dayak Pitap dan mengecek kondisi jembatan yang ada di desa. Pengecekan ini ujar Supiani sudah dilakukan beberapa kali, hingga akhirnya rencana pembangunan akan segera terealisasi.

Serka Romanus sendiri menyampaikan bahwa monitoring yang dilakukan sebagai bahan laporan kepada komando atas dan pemerintah daerah guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. 

Jembatan baru nantinya ujar Serka Romanus bukan hanya memulihkan akses tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat desa yang selama ini sangat bergantung pada akses penghubung tersebut.

Ungkapnya pula, Program Jembatan Gaurda juga sebagai bentuk nyata pengabdian TNI AD yang selalu hadir membantu mengatasi masalah rakyat, sekaligus mendorong solusi nyata bagi kesejahteraan warga. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved