Berita Banjarbaru

PLN Komitmen Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Di sisi lain, dengan bergesernya teknologi ke digital, membuka ruang untuk makin tingginya kebutuhan energi listrik.

Penulis: Anjar Wulandari | Editor: Ratino Taufik
Banjarmasin Post/Anjar Wulandari
RUANG KONTROL - Petugas ruang kontrol PLTA Ir PM Noor saat mengamati monitor dan menunjukkan panel pengatur operasional turbin generator, Rabu (8/4/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi salah satu konsen PT PLN untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menyediakan energi listrik yang efisien dan terjangkau oleh masyarakat. 

Sebagai perusahaan milik negara yang menguasai hajat hidup orang banyak, PLN bertanggung jawab memenuhi kebutuhan energi tidak hanya untuk rumah tangga, tapi juga transportasi dan industri. Pengembangan EBT perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Terlebih dengan adanya perang di Timur Tengah antara AS-Israel dengan Iran, membuktikan bagaimana tingginya ketergantungan kita selama ini terhadap energi minyak. 

Di sisi lain, dengan bergesernya teknologi ke digital, membuka ruang untuk makin tingginya kebutuhan energi listrik. Tidak terkecuali dengan transportasi, dimana saat ini makin banyak kendaraan listrik yang berseliweran di jalan.

Di Banjarmasin saja, kini juga sudah makin banyak toko yang menjual kendaraan listrik. Bahkan angkutan pertambangan sebagian juga sudah menggunakan kendaraan listrik, seperti mulai diterapkan di PT Borneo Indobara dan PT Johnlin di Tanahbumbu. 

Demikian disampaikan General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng Iwan Soelistijono pada Media Gathering PLN 2026, di Kalsel Park, Selasa (7/4/2026). 

Dalam rangka mempererat sinergi dan menjalin silaturahmi yang berkelanjutan dengan insan media di Kalsel dan Kalteng, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) menggelar Gathering Media 2026. Kegiatan berlangsung di Kalsel Park, 7-8 April 2026. Sebanyak 28 peserta dari 20 media yang telah bekerja sama hadir dalam kegiatan yang dikemas santai tersebut. 

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan di Bundaran Palam Banjarbaru yang Tewaskan Mahasiswi UIN Antasari

Iwan Soelistijono pun menyampaikan apresiasi terhadap insan media yang telah membantu menyosialisasikan dan menyiarkan program serta berbagai kegiatan dari PT PLN ke masyarakat luas. 

Sementara itu, menjawab pertanyaan soal inovasi PT PLN untuk menghadirkan energi yang murah dan ramah lingkungan di Kalselteng, Iwan mengatakan, “Energi bukan sekadar bicara teknologi dan ilmu pengetahuan tapi juga ada politis”.

Menurutnya berbagai sumber energi memang sudah dikembangkan, antara lain pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga surya, dan tenaga angin atau bayu. Namun  penempatannya disesuaikan dengan lokasi sumber energinya, dan saat ini belum bisa mendukung sepenuhnya kelistrikan di wilayah ini.

Sementara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batu bara, diakuinya masih dipertahankan karena potensi sumber energinya masih ada. Bahkan saat ini PLTU Asamasam masih berperan sangat penting menyumbang 260 MW, hampir 67 persen dari total beban puncak di sistem Kalselteng.

Namun sebagai wujud pengembangan EBT yang mendukung energi hijau, saat ini juga ada PLTS mini berkapasitas 360 kwp yang berada di Riam Kanan, yang energinya dipakai untuk mengoperasionalkan peralatan listrik yang ada di lingkungan PLTA Ir PM Noor. 

Selain sharing dan acara hiburan, pada Rabu (8/4/2026), peserta gathering juga diajak mengunjungi PLTA Ir PM Noor, yang merupakan pembangkit listrik tenaga air pertama dan tertua di Kalimantan. Di sana mereka melihat dan dijelaskan secara langsung bagaimana proses menghasilkan listrik dari air Waduk Riam Kanan, melalui tiga turbin generator yang masing-masing berdaya sekitar 10 Megawatt (MW). Energi listrik dari PLTA ini ternyata hanya bisa menyuplai sekitar 1 persen kelistrikan di wilayah Kalselteng.

Peserta juga diajak mengunjungi Desa Berdaya Jolali untuk melihat budidaya jamur, budidaya telur itik organik dan juga Bank Sampah dari Rumah Limbah Bonkla Borneo Banjarbaru di Jalan Kebun Karet Gang Jolali Ujung RT 18 RW 7 Loktabat Utara, Kota Banjarbaru yang merupakan Mitra Binaan TJSL PLN. Sebagai penutup, peserta disugui Pameran Gelar Alat Siaga PLN di halaman Kantor PLN UID Kalselteng. (Banjarmasinpost.co.id/Anjar Wulandari)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved