Berita Batola

Rumah Sapi Sapaja Batola Upayakan Harga Sapi Kurban Stabil, Meski Biaya Angkutan Naik

Meski stok aman, harga tetap menjadi perhatian utama menjelang Idul Adha. Hj. Faridah mengakui adanya tekanan dari biaya angkutan yang meningkat. 

Tayang:
Penulis: Saiful Rahman | Editor: Ratino Taufik
Banjarmasin Post/Saiful Rahman
SAPI KURBAN - Rumah Sapi Sapaja milik H. Jailani dan Hj. Faridah di Jalan Agropolitan Gang Camar, Desa Karang Indah, Mandastana, Batola, tampak penuh dengan ratusan sapi yang sehat dan gemuk. Sabtu pagi (15/4/2026) pukul 08.00 Wita 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATOLA  -Kandang penggemukan Rumah Sapi Sapaja milik H. Jailani dan Hj. Faridah di Jalan Agropolitan Gang Camar, Desa Karang Indah, Mandastana, Batola, tampak penuh dengan ratusan sapi yang sehat dan gemuk. Sabtu pagi (15/4/2026) pukul 08.00 Wita.

Rumput hijau tersusun rapi di setiap baris kandang, pekerja sibuk memastikan pakan tersedia, dan suasana kandang terasa teratur sekaligus penuh kesiapan menghadapi lonjakan permintaan hewan kurban. 

“InsyaAllah stok aman tersedia cukup, sampai dengan H-1 Idul Adha, bisa kami sediakan,” ujar Hj. Faridah

Jenis sapi Bali disebut masih menjadi pilihan utama pembeli. Sapi dengan tubuh kompak dan harga relatif terjangkau ini mendominasi permintaan, sementara jenis limosin hanya diminati sebagian kecil pembeli. 

“Yang paling umum sapi Bali yah, jenis sapi paling umum dibeli untuk qurban. Kalau jenis limosin hanya beberapa saja yang membeli, tapi kalau di kandang kami umumnya sapi Bali,” jelasnya.  

Meski stok aman, harga tetap menjadi perhatian utama menjelang Idul Adha. Hj. Faridah mengakui adanya tekanan dari biaya angkutan yang meningkat. 

Baca juga: 539 Lulusan UIN Antasari Banjarmasin Dikukuhkan, Rektor Sampaikan PMB dan Peluang Beasiswa

Di tengah kenaikan harga BBM dan plastik, perhatian masyarakat tertuju pada ketersediaan sapi yang akan menjadi bagian penting dari ibadah Idul Adha.  

“Tahun ini terasa sekali yah, karena ada hubungan dengan angkutan. Kenaikan terasa sekali di angkutan. Meski demikian kami mengupayakan agar harga tetap bisa dijangkau para shohibul qurban,” kata Hj. Faridah 

Meski begitu, pemilik kandang tetap memperhitungkan biaya perawatan yang timbul dari proses penggemukan di Rumah Sapi Sapaja. 

Perawatan intensif, mulai dari pakan hijau yang teratur hingga kebersihan kandang, menjadi faktor penting yang memengaruhi biaya operasional. 

Pertimbangan tersebut dilakukan agar harga jual tetap realistis bagi pembeli, sekaligus menjaga kualitas sapi yang ditawarkan menjelang Idul Adha

Saat ini, kisaran harga sapi di Rumah Sapi Sapaja dimulai dari Rp 15-Rp16 juta untuk jenis standar, hingga mencapai sekitar Rp50 juta untuk sapi dengan bobot dan kualitas terbaik.

Tak hanya mengandalkan perawatan intensif di dalam kandang, Rumah Sapi Sapaja juga mengembangkan pola kemitraan dengan petani desa sekitar. Sejumlah sapi dititipkan untuk dirawat dan digemukkan langsung oleh warga di kampung. 

Cara ini bukan sekadar menjaga kualitas hewan kurban, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. 

Petani yang merawat sapi ikut merasakan manfaat dari hasil penjualan, sehingga usaha penggemukan tidak hanya berpusat di kandang, melainkan turut menggerakkan roda ekonomi lokal dan memperkuat kebersamaan menjelang Idul Adha.  

“Kami menitipkan juga ke petani kampung di sini, sambil membantu ekonomi petani di sekitar, jadi hasil jualnya kita bagi,” ungkap H. Jailani. (Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved