Viral Lokal
Pusaran Angin di Langit Handil Manting Batola Kalsel, Muncul Sebelum Badai, Sebabkan Puting Beliung
Fenomena pusaran angin terjadi di langit Desa Handil Manting Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Baritokuala (Batola), Kalimantan Selatan
Penulis: Danti Ayu Sekarini | Editor: Mulyadi Danu Saputra
BANJARMASINPOST.CO.ID - Cuaca ekstrem yang menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, memunculkan fenomena alam.
Kali ini berupa pusaran angin di langit Desa Handil Manting Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Baritokuala (Batola), Kalimantan Selatan.
Pusaran angin tersebut muncul tepat sebelum hujan deras mengguyur wilayah Batola.
Baca juga: Puting Beliung di Bumimakmur Tanahlaut, Atap Lenyap Rumah Rahimah Tersisa Dinding dan Lantai
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @seputarbanua, Sabtu (2/5/2026) pusaran angin tersebut muncul sekitar sore di Handil Manting Kilometer 15.
Dalam video yang berhasil direkam warga, pusaran angin tersebut muncul dari sekitaran awan yang gelap sesaat sebelum hujan deras.
Pusaran angin tersebut bergerak turun beberapa meter dari permukaan awan.
“Terpantau di km 15 Handil Manting,” terang unggahan tersebut.
Sebabkan Puting Beliung
Fenomena pusaran angin ini biasa terjadi terjadi akibat turbulensi hebat arus udara panas-dingin, biasanya ditandai cuaca mendung atau gelap sebelum hujan deras.
Jika sampai ke permukaan tanah, pusaran angin ini biasa juga menyebabkan puting beliung (darat) atau waterspout (air).
Tekanan angin yang kuat dapat menyebabkan kerusakan material, seperti atap rumah yang terbang dan pohon tumbang.
Jika terjadi tanda-tanda akan datang angin puting beliung dari pusaran angin yang bergerak menuju permukaan tanah, maka sebaiknya segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan menjauhi area terbuka atau perairan.
Pertumbuhan Awan Cumulonimbus
Melansir Kompas.com, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Agita Vivi menjelaskan bahwa pusaran angin yang terlihat dalam video tersebut berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus.
“Pada video yang beredar, awan yang tampak merupakan bagian dari pertumbuhan awan Cumulonimbus yang menunjukkan kondisi atmosfer labil, sehingga berpotensi memicu hujan lebat disertai angin kencang dan petir,” ujarnya saat dihubungi secar terpisah.
Agita menambahkan, bentuk awan yang tampak menjuntai ke bawah terjadi akibat interaksi kuat antara arus udara naik (updraft) dan turun (downdraft) di dalam sistem konvektif.
“Fenomena awan tersebut merupakan hal yang wajar terjadi saat hujan lebat dan bukan merupakan indikasi fenomena lain,” jelasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)
| Satu Mobil Terdiam Lihat Bayangan Putih di Dekat Amanah Borneo Banjarbaru, Saat Dicek Bikin Ngakak |
|
|---|
| Pencuri Helm di Sultan Adam Banjarmasin Terekam CCTV, Nekat Beraksi Meski Ada Petugas Parkir |
|
|---|
| Remaja Kembali Balapan Motor Dekat SMPN 18 Banjarmasin, Pemicunya dari Gengsi Hingga Cari Perhatian |
|
|---|
| Heboh Pesta Pernikahan Lansia di Kotabaru Kalsel, Ketahui Manfaat dan Kerugian Kawin di Usia Senja |
|
|---|
| Warga Kampung Iwak Banjarbaru Amankan Honda Scoopy Tak Bertuan, Begini Cara Tangani Kendaraan Temuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pusaran-angin-di-langit-Anjir-Batola.jpg)