Book Lovers

Irwana Makin Fleksibel Berimajinasi

Buku fiksi adalah genre yang paling sering dibaca gadis pemilik sederet gelar duta ini, alasannya karena menarik dan bisa melatih imajinasi.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasinpost.co.id
Irwana Kusuma Ayu, Mahasiswa UIN Antasari sekaligus Duta Wisata 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Buku fiksi adalah genre yang paling sering dibaca gadis pemilik sederet gelar duta ini, alasannya karena menarik dan bisa melatih imajinasi serta kreativitas.

Ya, karena kita bisa membayangkan tempat atau kejadian yang belum pernah kita rasakan dan belum pernah kita lihat," alasan sarjana ekonomi lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin tersebut.

Semakin banyak membaca, kata karyawati  perusahaan pertambangan batu bara ini, maka pikiran kita akan semakin fleksibel untuk berimajinasi,

"Selain itu buku fiksi menjadi hiburan bagi saya daripada scroll sosmed secara terus menerus dan membosankan, jadi lebih baik membaca," ungkapnya.

Warga Desa Rejosari, Mentewe, Tanahbumbu ini pertama.kali jatuh cinta pada buku ketika duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.

"Kebetulan perpustakaan sekolah berbatasan langsung dengan kelas saya. Perpustakaan itu banyak mengoleksi buku cerita," kenang Irwana.

Buku yang paling berkesan waktu itu adalah sebuah buku cerita yang ia lupa judulnya, namun isinya bagus, yaitu menceritakan orangtua merawat anaknya di suatu desa sambil memelihara banyak ternak.

"Saya mengisi waktu luang dengan membaca secara fleksibel dan tidak ada rutinitas khusus, tapi sering saya lakukan," kata Duta Wisata Tanah Bumbu dan Juara 1 Galung Tanahbumbu 2022 ini.

Biasanya Irwana ingin cepat mengkhatamkan satu buku, apalagi jika buku baru dibeli. Caranya, membaca buku dalam suasana hening.

"Jika lagi di kantor dan pekerjaan selesai,  maka saya sempatkan membaca," kata Duta Pemuda Kalsel 2019 yang kemudian mewakili Kalsel ke ajang Duta Pemuda nasional ini.

Dalam hal membeli buku baru, Irwana sebelumnya browsing dulu di internet buku apa yang paling hype dan lagi best seller sekarang.

"Kadang pula setelah menonton film yang ceritanya diadaptasi dari novel, saya jadi penasaran untuk membaca novel tersebut," ungkapnya.

Irwana tetap suka buku berbentuk fisik karena alasannya lebih nyangkut di kepala, otak lebih mudah mencerna informasi dan mengingat kosa kata yang telah dibaca.

"Dan buku fisik mempunyai sensasi tertentu bagi otak. Makanya saya lebih memilih buku fisik, selain itu buku fisik menurut saya lebih ramah untuk mata daripada ebook," pungkasnya. (Salmah saurin)


Otak Jadi Lebih Tajam

Saat banyak kerjaan dan lagi hectic, biasanya Irwana membaca ulang buku favorit yang sudah khatam dibaca. 

"Karena sudah tahu alurnya, jadi kita seperti menyalakan rasa excited untuk membaca," katanya.

Irwana selalu mencari tempat nyaman untuk membaca seperti saat situasi dan kondisi lagi hening.

Menurut irwana, manfaat terbesar membaca itu adalah otak menjadi lebih tajam, karena membaca itu melatih fokus dan konsentrasi.

"Selain itu bahan untuk bicara makin banyak, semakin kita membaca maka semakin banyak kosa kata yang kita dapat sehingga public speaking kita pun secara tidak langsung meningkat kualitasnya," tandasnya. (Salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved