Berita HST

Polisi dan Disdag HST Temukan Kendaraan Diduga Bermain Nopol di SPBU, Ini Pengakuan Sopir

Sejumlah kendaraan diduga menggunakan nomor polisi (nopol) ganda saat mengisi BBM subsidi di SPBU Sungai Rangas, Kabupaten HST

Tayang:
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/HO-Humas Polres HST
DUA NOPOL- Polisi menemuikan satu unit truk saat kedapatan mengisi solar menggunakan dua nomor polisi (nopol). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  BARABAI - Sejumlah kendaraan diduga menggunakan nomor polisi (nopol) ganda saat mengisi BBM subsidi di SPBU Sungai Rangas, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Jumat, (15/05/2026).

Temuan itu muncul saat Dinas Perdagangan HST bersama Polres HST dan Dinas Perhubungan melakukan monitoring distribusi BBM Bersubsidi di SPBU tersebut.

Dalam pemantauan di lapangan, petugas menemukan dua unit truk yang diduga memakai lebih dari satu nopol. Bahkan satu truk disebut menggunakan hingga lima nopol berbeda.

Selain truk, satu unit pickup roda empat juga ditemukan diduga memakai dua identitas kendaraan berbeda.

Baca juga: Ramai Video Pengisian BBM dalam Kondisi Gelap di SPBU Gambah HST, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Meski diduga menggunakan nopol ganda, kendaraan tersebut masih dapat melakukan pengisian BBM Bersubsidi menggunakan sistem barcode.

Pengawas SPBU Sungai Rangas, Samsun, mengatakan sistem barcode sebenarnya hanya dapat digunakan apabila data nomor polisi sesuai dengan identitas kendaraan yang terdaftar.

“Kalau barcode dan nomor polisi tidak sesuai biasanya tidak bisa diproses sistem,” ujarnya.

Namun menurutnya, pengisian tetap dapat dilakukan apabila barcode yang digunakan masih cocok dengan data nopol yang tersimpan di sistem, meskipun kendaraan diduga memiliki identitas lain.

Ia menjelaskan, satu barcode kendaraan truk umumnya memiliki kuota pengisian hingga 160 liter dan masih bisa digunakan kembali di SPBU lain selama sistem masih mengizinkan.

“Kalau datanya sesuai masih bisa mengisi. Tapi kalau terlihat pengisian berulang biasanya kami dokumentasikan kendaraan dan pengemudinya,” katanya.

Sementara itu, salah satu pemilik pikap berinisial B mengaku menggunakan dua nomor polisi berbeda untuk kepentingan pengisian BBM di daerah lain.

Menurutnya, salah satu nopol dipakai saat melakukan pengisian di wilayah Kalimantan Timur karena sistem di daerah tersebut disebut tidak memperbolehkan pengisian berulang menggunakan identitas yang sama.

“Nopol yang dipakai ini asli, sedangkan yang satunya lagi digunakan saat mengisi di wilayah Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Selain memantau kendaraan, petugas juga melakukan pengecekan stok dan distribusi BBM di SPBU Sungai Rangas.

Data SPBU mencatat pasokan solar subsidi mencapai 8.000 liter setiap pengiriman dan langsung habis tersalurkan. Selama Mei 2026, distribusi solar subsidi diperkirakan berlangsung sekitar 16 kali pengiriman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved