Berita Batola
Kalung Pintar Deteksi Kesehatan Sapi, Inovasi 5 Mahasiswa UMB Bantu Peternak di Batola
Lima mahasiswa UMB mengembangkan MooSmartHealthGuard, kalung pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang berguna memantau kesehatan ternak
Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID- Para peternak sapi di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan sudah lama menghadapi kondisi kesehatan sapi yang bisa berubah drastis.
Sapi-sapi yang tampak sehat di pagi hari, kadang mendadak terlihat lesu beberapa hari kemudian.
Saat gejalanya mulai terlihat jelas, kondisinya sering kali sudah terlambat ditangani.
Bagi peternak, keterlambatan mendeteksi penyakit bukan perkara sepele.
Harga seekor sapi yang semula bernilai puluhan juta rupiah bisa anjlok drastis ketika sakit. Bahkan tak jarang berujung kematian ternak.
Kondisi itulah yang ditemui lima mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) saat melakukan observasi lapangan bersama Gabungan Kelompok Ternak (Gapoknak) Wijaya Kusuma.
Kelompok peternak yang dipimpin Musodikun itu membina sekitar 50 peternak dengan total 125 ekor sapi.
Namun, persoalan kesehatan ternak masih menjadi tantangan yang berulang setiap musim pemeliharaan.
“Dari cerita peternak, kami melihat ada kebutuhan nyata untuk membantu mendeteksi kondisi sapi lebih cepat sebelum penyakit berkembang,” ujar Ketua Tim PKM, Muhammad Radhi, Kamis (4/6/2026).
Berangkat dari persoalan tersebut, Radhi bersama Devi Wahyuni, Annisa Fitri Purnama, Diva Aulia Nisa, dan Yusuf kemudian mengembangkan MooSmartHealthGuard, sebuah kalung pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk memantau kondisi kesehatan sapi secara otomatis.
Kalung itu bukan sekadar aksesoris yang menggantung di leher ternak. Di dalamnya tertanam berbagai sensor yang mampu membaca suhu tubuh, memantau detak jantung, hingga mengamati aktivitas fisik sapi sepanjang hari.
Data tersebut kemudian dikirim ke sistem berbasis web yang bisa diakses peternak melalui perangkat digital.
Jika suhu tubuh meningkat, detak jantung berada di luar batas normal, atau sapi menunjukkan pola aktivitas yang tidak biasa, sistem akan mengirimkan notifikasi lebih awal kepada peternak. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi ternak semakin memburuk.
Menurut Radhi, teknologi tersebut sengaja dirancang menyesuaikan kondisi peternakan di daerah, termasuk keterbatasan infrastruktur dan kebiasaan peternak yang selama ini masih mengandalkan pengamatan manual.
“Kami ingin teknologi ini mudah digunakan dan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan, bukan sekadar menjadi proyek penelitian,” katanya.
kalung pintar
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB)
Peternak Sapi
Desa Danda Jaya
Kalimantan Selatan
| Lima Mahasiswa UMBJM Ciptakan Kalung Pintar untuk Peternak Batola, Deteksi Kesehatan Sapi |
|
|---|
| Iduladha di Pesantren Intan Ilmu Batola, Daging Kurban 1 Kg Perpaket Dikemas dalam Kotak Plastik |
|
|---|
| Satlantas Polres Batola Sosialisasikan Kepatuhan Pajak Kendaraan di Handil Bakti |
|
|---|
| Satlantas Polres Batola Patroli Subuh di Jalur Rawan Laka, Pengendara Diimbau Istirahat Saat Ngantuk |
|
|---|
| Pastikan Stok Aman hingga Tak Ada Pungli, Polres Batola Sidak Sejumlah SPBU di Kecamatan Alalak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Mahasiswa-UMB-ciptakan-kalung-pintar-untuk-sapi.jpg)