Berita Banjar

Buntut Tanggul Pertambangan Batubara PT MMI Jebol, DPRD Banjar Agendakan Gelar RDP

DPRD Banjar menggendakan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) menyusul jebolnya tanggul pertambangan batu bara PT MMI

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/HO-Dinas LH Kalsel
TANGGUL JEBOL- Tim Penegakan Hukum KLH memonitoring tanggul jebol di PT MMI di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selata (Kalsel). 

BANJARMASINPOST.CO.ID. BANJARBARU- Kasus tanggul Batubara milik PT Merge Mining Industry (MMI) yang jebol pada Selasa kemarin menjadi perhatian anggota DPRD Banjar.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Abdul Razak, Jumat (5/6/2026) akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas sektor pada Senin (8/6/2026)  mendatang, dengan memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) dan dinas-dinas teknis untuk mengawal hasil investigasi ini.

"Melalui RDP, kami ingin melihat sejauh mana kepatuhan analisis dampak lingkungan (amdal) PT MMI. Sebab,  Jangan sampai korporasi mengeruk keuntungan besar di daerah, tetapi pengelolaan lingkungannya abai dan mengorbankan masyarakat lingkar tambang," urai Razak.

Pihaknya juga sudah mendapatkan informasi adanya Gakum Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas LH yang datang ke lokasi melakukan pengecekan langsung.

Baca juga: Tanggul Tanggul PT MMI di Rantau Bakula Banjar Jebol, Air Sungai dan Tanaman Warga Terdampak

Adapun informasi dari dinas DPKPRLH Banjar, penginvestigasian kasus ini dilakukan Gakum Kementerian LH dan Dinas LH Kalsel.

"Sedangan DPKPRLH Banjar pendampingan teknis saja," kata dia.

Rasionalisasinya karena  izin operasional dan kewenangan penindakan terhadap perusahaan tambang bawah tanah (underground mining) tersebut sepenuhnya berada di tangan kementerian pusat.

Informasi dihimpun investigasi dari tim KLHK fokus melakukan pengujian langsung terhadap kualitas air. 

Petugas telah mengambil sampel air di lima titik aliran sungai terdekat yang berada di sekitar area pertambangan Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang. 

Baca juga: Imbas Tanggul Site PT MMI Bocor, Walhi Kalsel: Setop Dulu Operasi 

Kini tim Gakkum menunggu hasil uji laboratorium. Guna menentukan apakah air sungai tersebut tercemar atau tidak, ia mengaku harus melihat secara objektif. 

Adapun Berita Acara (BA) pemeriksaan pun masih digodok di kementerian, jadi kami di daerah juga dalam posisi menunggu hasil resminya. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved