Berita Tanahbumbu

Pasokan Aman, Antrean BBM di SPBU di Tanahbumbu Lengang

Suasana di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Tanahbumbu lengang

Tayang:
Penulis: Muhammad Fikri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri
SEPI- Suasana di SPBU Kersik Putih Senin (8/6/2026) siang yang terlihat sepi dari antrean BBM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN – Suasana di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan Senin (8/6/2026) siang,  terpantau cukup lengang dan bebas dari antrean panjang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hanya terlihat beberapa aktivitas kendaraan bermotor yang melakukan pengisian BBM.

Area SPBU Kersik Putih dan Plajau, misalnya, tampak didominasi oleh kendaraan roda empat yang mengantre dengan tertib.

Kondisi sepi ini dibenarkan oleh Normansyah, salah seorang pengendara yang sedang melakukan pengisian bahan bakar di lokasi tersebut.

Baca juga: Aksi Pencurian BBM di Haruyan HST Terekam CCTV , Pelaku Gagal Beraksi, Polisi Kumpulkan Keterangan

"Hari ini tumben sekali sepi, biasanya harus antre lumayan panjang kalau mau isi bensin. Jadi prosesnya lebih cepat dan tidak perlu menunggu lama," ujar sopir mobil pribadi yang akrab disapa Norman ini kepada Banjarmasinpost.co.id.

Kondisi ini berbanding lurus dengan kelayakan harga jual BBM di wilayah Tanahbumbu yang terpantau masih stabil dan belum mengalami perubahan.

Untuk jenis Bio Solar dibanderol dengan harga Rp 6.800 per liter, sedangkan Pertalite dijual seharga Rp 10.000 per liter.

Beralih ke produk BBM non-subsidi, harga Dexlite saat ini dipatok Rp 24.000 per liter. Sementara itu, untuk masyarakat yang memilih menggunakan Pertamax, harga per liternya berada di angka Rp 12.900.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pelayanan di beberapa SPBU Tanahbumbu tetap berjalan lancar dan normal tanpa ada kendala pasokan.

Pengawas SPBU Kersik Putih, Yuyun, mengungkapkan bahwa antrean untuk pengisian Pertalite saat ini sudah aman dan normal.

Namun, untuk Bio Solar, ia mengakui antrian biasanya memang agak panjang sehingga pihak SPBU harus mengatur jam pembeliannya.

Menurut Yuyun, tingginya minat masyarakat terhadap Bio Solar subsidi dipicu oleh faktor harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Dexlite.

"Solar yang diminati. Inggih karena harganya lebih murah," kata Yuyun saat ditemui langsung.

Baca juga: Pansus BBM Subsidi DPRD Kalsel Mulai Bekerja, Sopir Truk Ungkap Dugaan Masalah di SPBU

Ia mengungkapkan untuk stok Dexlite sendiri hingga kini masih sangat aman.

Hal ini karena pasokan Dexlite tidak memiliki kuota atau batasan tertentu seperti halnya Bio Solar, yang mana pada bulan Mei lalu SPBU Kersik Putih mendapatkan jatah sebanyak 17 tangki.

"Kalau Dexlite kita bisa minta kapan saja bang. Nggak ada batasan untuk permintaan Dexlite," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved