Komunitas

Indonesia Book Party Jadi Tempat Berbagi dan Bertumbuh Bersama

Banjarmasin Book Party adalah bagian dari gerakan literasi Indonesia Book Party yang hadir untuk mengatasi stigma negatif terhadap pembaca buku.

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Banjarmasin Book Party (BBP) adalah bagian dari gerakan literasi Indonesia Book Party (IBP) yang hadir untuk mengatasi stigma negatif terhadap pembaca buku. 

Nama komunitas ini ada kata party-nya, tapi bukan berarti komunitas yang suka pesta, melainkan sebaliknya, suka mencerdaskan bangsa.

Banjarmasin Book Party (BBP) adalah bagian dari gerakan literasi Indonesia Book Party (IBP) yang hadir untuk mengatasi stigma negatif terhadap pembaca buku. 

Disampaikan Wulandari, Wakil Koordinator Regional Banjarmasin, BBP merupakan komunitas yang tumbuh dengan semangat kebersamaan, inklusivitas, dan kolaborasi, untuk menjadikan literasi sebagai sarana berpikir kritis serta kontribusi bagi perubahan sosial.

Komunitas ini pertamakali terbentuk pada 22 Oktober 2023 di Taman Langsat, Jakarta Selatan sebagai bagian dari gerakan nasional Indonesia Book Party (IBP). 

"Banjarmasin Book Party, resmi lahir pada 26 Juni 2025. Alasannya karena banyaknya anak muda di Banjarmasin yang memiliki minat baca tinggi, namun belum memiliki wadah inklusif untuk merayakan literasi secara bersama. Maka lahirlah BBP sebagai ruang berkumpul, belajar, dan berkolaborasi lewat buku," jelas Wulan.

Visi komunitas ini menjadikan budaya membaca sebagai gaya hidup masyarakat di Banjarmasin.

Menghubungkan pecinta buku, penulis, penerbit, dan komunitas dalam satu wadah yaitu acara book party.

Kemudian untuk meningkatkan akses literasi melalui event, bazar buku, serta platform online dan offline.

Membangun kemitraan dengan institusi pendidikan, pelaku usaha kreatif, dan berbagai kelompok masyarakat untuk menyebarkan semangat membaca dan mendukung promosi karya lokal.

Memperluas kesempatan masyarakat untuk membaca dan memiliki buku melalui even, bazaar buku, komunitas online maupun offline, serta program pertukaran buku.

Papar Wulan, buku adalah alat untuk berpikir kritis dan memberi kontribusi nyata pada perubahan sosial. Dengan literasi, masyarakat bisa lebih inklusif, kreatif, serta mampu berkolaborasi dalam membangun peradaban. 

"Buku bukan hanya soal membaca, tapi juga tentang menanamkan nilai keilmuan, kebebasan berpikir, dan solidaritas sosial," terangnya.

Banjarmasin Book Party memiliki berbagai kegiatan rutin yaitu Dermaga Baca, membaca buku bersama di tepi dermaga sambil menikmati suasana senja.

Book Night, acara literasi malam hari yang hangat dan penuh kebersamaan. Kemudian Book Party, perayaan literasi dengan membaca, berdiskusi, dan seru-seruan bersama.

Selain itu, ada juga agenda reguler sesuai jadwal acara seperti temu sapa, silent reading, sharing session and chill, hingga closing dengan foto bersama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved