Idulfitri 2026

Hasil Prediksi Pemerintah, BRIN dan BMKG, Idulfitri 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026

Penetapan Idulfitri 2026 kemungkinan besar akan terjadi perbedaan antara pemerintah dengan Muhammadiyah.

Tayang:
Editor: M.Risman Noor
Banjarmasin Post/Muhammad Syaiful Riki
HILAL - Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, M Tambrin memantau hilal awal 1 Syawal di Rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin, Selasa (9/4/2024) petang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026 diprediksi akan terjadi perbedaan.

PP Muhammadiyah sudah jauh-jauh hari menetapkan Idulfitri 1447 Hijriah akan jatuh pada 20 Maret 2026.

Namun tampaknya prediksi pemerintah akan berbeda. Kemungkinan besar Idulfitri tahun ini bertepatan 21 Maret 2026.

Hal ini sama dengan prediksi BRIN dan BMKG yang menyatakan akan terjadi perbedaan dengan Muhammadiyah.

Baca juga: Jelang Pemeriksaan Mantan Menag Gus Yaqut, Kawat Berduri Terpasang di Gedung KPK

Baca juga: Hukum Zakat Fitrah Kualitas Lebih Rendah dari Dikonsumsi, Buya Yahya Berikan Penjelasan

Pemerintah Indonesia memprediksi Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan bahwa posisi hilal pada akhir Ramadan diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan negara MABIMS.

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag RI, Arsad Hidayat, mengungkapkan bahwa perhitungan hisab menunjukkan posisi hilal masih sangat rendah.

Berdasarkan standar MABIMS, hilal dinyatakan terlihat jika ketinggian minimal mencapai 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

"Jadi kalau berdasarkan hitungan hisab, untuk ketinggian itu 0 sampai 3 derajat, tertinggi itu ada di Aceh. Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat. Di ketinggian mungkin memenuhi, tetapi dari sudut elongasi masih kurang," kata Arsad dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Meskipun posisi tertinggi terpantau berada di wilayah Aceh, namun sudut elongasinya tercatat masih berada di bawah standar.

Sudut elongasi hilal menjelang akhir Ramadan diperkirakan hanya mencapai angka 4 hingga 6 derajat saja.

Kondisi tersebut menyebabkan posisi hilal secara teknis astronomis diprediksi tidak akan terlihat saat pemantauan langsung.

Baca juga: Puncak Arus Mudik di Bandara Internasional Syamsudin Noor Diprediksi 18 Maret, Posko Siaga Dibuka 

Arsad menjelaskan bahwa meski tinggi hilal mungkin mendekati batas, namun syarat elongasi yang kurang menjadi kendala.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno juga mengatakan, terdapat potensi perbedaan tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Sebelumnya, Muhammadiyah sudah menetapkan 20 Maret 2026 sebagai hari Lebaran.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved