Selebrita

Keberadaan Eko Patrio saat Hunian Mewahnya di Kuningan Digeruduk Massa, Satpam Buka Suara

Keberadaan Eko Patrio saat hunian mewahnya di Kuningan digeruduk massa, satpam buka suara.

Editor: Achmad Maudhody
Instagram/Tiktok ekopatriosuper
TINGGALKAN RUMAH - Kolase potret politisi sekaligus komedian Eko Patrio dicapture Minggu (24/8/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Keberadaan artis sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Raykat (DPR), Eko Patrio saat rumah mewahnya digeruduk massa, terungkap dari pengakuan satpam.

Hunian Eko Patrio menjadi satu dari sederet rumah mewah milik artis sekaligus Anggota DPR RI yang jadi sasaran kemarahan massa.

Rumah mewahnya di kawasan Kuningan, Jakarta digeruduk sejumlah orang, Sabtu (30/8/2025).

Dikabarkan sejumlah benda serta perabot yang ada di dalamnya ludes.

Meski begitu, saat kejadian itu, Eko dikabarkan tak ada di lokasi.

Melansir Tribunnews.com, hal ini diungkap oleh satpam di komplek perumahan Eko, Jalan Karang Asem I, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Kalau keluar dari rumah ini mungkin ya, pokoknya informasi itu dua hari sebelumnya lah. Dua hari sebelum mau ada demo segala macem itu udah enggak ada," kata Heri dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (31/8/2025).

Baca juga: Kemunculan Lisa Mariana di Tengah Massa Demo DPR RI, Kasus Ridwan Kamil Diungkit: Korban Pejabat

Tak hanya Eko yang sudah tak berada di lokasi, sejumlah kendaraan pribadinya juga telah diamankan lebih dulu.

"Kalau untuk mobil diamankan," ujar Heri.

Selain itu satpam lainnya yakni Suparman saat kejadian mengatakan hanya ada asisten rumah tangga (ART) dan keamanan yang berada di rumah mewah Eko Patrio

Suparman menambahkan ART Eko sudah diamankan dan dalam keadaan baik pasca penjarahan berlangsung.

"(ART saat kejadian) Di dalam," ujar Suparman.

Detik-detik rumah Eko Patrio Digeruduk Massa

Kediaman anggota DPR sekaligus komedian Eko Patrio di Jalan Karang Asem I, kawasan Kuningan, Jakarta, menjadi sasaran penjarahan massa, Sabtu (30/8/2025) malam.

Heri, petugas keamanan komplek, mengungkapkan kronologi mencekam itu berlangsung dalam tiga gelombang.

“Jadi semalam itu massa udah mulai berkumpul dari jam 21.00 WIB. Jam 22.00 itu gelombang pertama merangsek masuk, karena pertahanan TNI dan keamanan kita juga terbatas. Massa jumlahnya ratusan, nggak terbendung,” ujar Heri dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (31/8/2025).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved