Breaking News

Selebrita

Sebut Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi, Operasional Program Wakaf Sang Youtuber Diungkap

Sebut Taqy Malik pernah dicari Polisi Arab Saudi, operasional program wakaf Al-Qur'an sang Youtuber diungkap.

|
Editor: Achmad Maudhody
Instagram taqy_malik
PROGRAM WAKAF DISOROT - Potret Taqy Malik dicapture Sabtu (4/10/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sosok Youtuber Taqy Malik kembali jadi sorotan publik.

Bukan lagi soal sengketa lahan, kali ini Ia disorot imbas program wakaf Al-Qur'an yang dijalankannya.

Program tersebut menuai sorotan publik setelah mantan sahabat Taqy, Randy Permana buka suara di media sosial.

Randy mengaku tahu betul bagaimana Taqy menjalankan program tersebut.

Tak selalu mulus, Ia membeberkan dinamika yang terjadi di lapangan seiring program tersebut dilakukan.

Aktivitas tersebut ujar Randy sempat memancing perhatian aparat di Arab Saudi.

"Jadi saya kenal Taqy Malik memang sudah lama, dan saya sendiri memang pekerjaan saya di Saudi, ya di Mekah dan Madinah, karena saya sehari-hari memang melayani tamu-tamu jemaah umrah seperti itu," ujar Randy, dikutip dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (14/2/2026). 

Ia menjelaskan, program wakaf tersebut mulai berjalan pada 2023, ketika Taqy mulai membuka donasi wakaf Al-Qur’an yang dibeli langsung dari percetakan resmi di Madinah.

"Nah, singkat cerita, di tahun pertama kalau enggak salah, waktu itu 2023, A Taqy mulai membuka wakaf Quran, yang di mana saat itu ketika kita berwakaf Quran, kita itu masih bisa satu orang membeli dua tiga karton di pabrik percetakannya di Madinah, yang harga memang harga pabrik itu sekitar 25 riyal di sana," terangnya. 

Menurut Randy, saat itu jumlah mushaf yang dibeli mencapai ribuan eksemplar.

Namun, pembelian dalam jumlah besar itu kemudian memicu perhatian pihak otoritas.

"Nah, ketika Taqy membuka itu, masuklah kurang lebih ada yang menitipkan amanah wakaf itu hampir sekitar 3.000 mushaf saat itu, 3.000 Quran. Belilah dia di sana."

"Dan singkat cerita, ketika dia beli banyak sekali di sana, selang beberapa minggu, kita sudah tidak bisa lagi membeli banyak di pabrik percetakan itu. Karena dari pihak otoritas keamanan masjid atau apa melihat atau menilai bahwa mushaf ini diperjualbelikan oleh jemaah secara online, dan itu secara aturan dilarang," paparnya.

Baca juga: Perlakuan Irwan Mussry pada Mulan Jameela dan Ahmad Dhani Disorot, Suami Maia Estianty Tuai Pujian

Randy menjelaskan bahwa mushaf wakaf di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi umumnya berasal dari percetakan resmi pemerintah Arab Saudi.

"Saudi memperbolehkan. Memang banyak toko-toko di area masjid, terus di sekitar Makkah atau Madinah itu menjual mushaf yang memang diperuntukkan untuk wakaf. Karena di dalam masjid itu mushaf yang diperuntukkan untuk wakaf itu hanya diperbolehkan keluaran dari pabrik tersebut yang ada di Madinah, namanya percetakan Malik Fahad," jelas Randy. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved