Sport

Fly Kotabaru Hebat 2025, Puluhan Atlet Gantole dan Paralayang Adu Kemampuan di Langit Sarang Tiung

Fly Kotabaru Hebat 2025, event kejuaraan dirgantara gantole dan paralayang kembali digelar di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
Sani untuk BPost
ATLET PARALAYANG-Bapake Hill jadi lokasi Take Off Site peserta kejuaraan FLY Kotabaru Hebat 2025. Terlihat atlet paralayang terbang dari Bukit Bapake, Kotabaru, Sabtu (30/8/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Bertajuk Fly Kotabaru Hebat 2025, event kejuaraan dirgantara gantole dan paralayang kembali digelar di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Helatan berlangsung sejak 24 hingga 30 Agustus 2025, dengan puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Papua, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Banten, dan Sulawesi Tengah. Kemudian juga ada dari mancanegara, seperti dari Thailand.

Diungkapkan Kepala Disparpora Kotabaru, Sonny Tua Halomoan, ajang tahun ini menggabungkan tiga kategori umum yang diperlombakan, yakni International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 7th Series, Kejuaraan Nasional Gantolle KTM Seri 2, dan Kejuaraan Paralayang se-Kalsel.

Baca juga: Paralayang Banjarmasin Juara 2 Pada Kejurnas Accuracy Seri 2 di Paser Kaltim

Pada event di Desa Sarang Tiung ini, Kotabaru juga kedatangan Technical Delegate untuk menilai apakah Kotabaru bisa menggelar event dengan skala internasional yang lisensinya saat ini masih dipegang NTB.

"Informasinya, jika kita lolos persyaratan maka lisensinya diserahkan ke Kotabaru untuk gelaran yang hanya dilaksanakan 8 hingga 12 negara se-dunia," beber Sonny.

Event yang dimaksud adalah Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) yang juga memperlombakan kategori lintas alam International Paragliding Cross Country (IPXC). biasanya diikuti paraglider belasan negara se-dunia.

Namun dari sisi persyaratan kelayakan memang diperlukan sokongan dari unsur Forkopimda, seperti kesesuaian tim medis, rumaha sakit, personil di laut, hingga keamanan lainnya sesuai standar.

"Setelah kita pelajari, Kotabaru bisa memenuhi itu," sebut Sonny.

Ditambahkannya, untuk di Bukit Bapake Kotabaru juga ada keistimewaan tersendiri. Karena venue yang digunakan take off di gunung dan landing di laut. Ini yang menjadi menjadi pembeda dengan pelaksanaan lain di Indonesia. 

Baca juga: Paralayang Banjarbaru Targetkan 4 Emas Porprov, Begini Porsi Latihan Soni Cs

Sementara itu, disampaikan salah satu peserta, Habib, dirinya sangat mengapresiasi kejuaraan yang digelar tahun ini.

Karena persiapan sangat baik, bahkan peserta yang turut ambil bagian dipeprmudah dengan akomodasi penjemputan dari Bandara Syamsudinnor, penginapan dan lainnya selama berada di Kotabaru. 

"Sayangnya cuaca saja kurang bersahabat, sehingga hanya bisa 3 round selama pelaksanaan berlangsung," ucap Pilot papralayang asal Palu, Sulawesi Tengah ini. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved