Berita Olahraga

Tendangan Maut Bola Mati Loktabat Selatan, Begini Hasilnya

Kelurahan Loktabat Selatan (Loksel) memastikan langkah ke partai final Piala Banjarbaru Emas Gila Bola 2025

Banjarmasin Post/Muhammad Andra Ramadhan
TERBANG - Pemain Loksel (hitam) dan Sungai Ulin (biru) saling rebut bola, di lapangan Sepakbola Murdjani, Minggu (14/12/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kelurahan Loktabat Selatan (Loksel) memastikan langkah ke partai final Piala Banjarbaru Emas Gila Bola 2025 usai menundukkan Kelurahan Sungai Ulin dengan skor tipis 1-0, di Lapangan Sepakbola Murdjani, Banjarbaru, Minggu (14/12/2025) sore.

Pada babak pertama, Sungai Ulin yang diperkuat sejumlah pemain senior, satu di antaranya Frans Sinatra Huwae, tampil lebih dominan dalam penguasaan bola.

Serangan demi serangan dilancarkan, namun rapatnya lini pertahanan Loktabat Selatan membuat upaya tersebut kerap kandas hingga tak membuahkan hasil.

Loktabat Selatan sendiri memilih bermain lebih disiplin dan menunggu celah melalui serangan balik. Meski kedua tim saling jual beli serangan, sampai turun minum skor tetap bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih seimbang. Kedua kesebelasan sama-sama tampil hati-hati. 

Kebuntuan akhirnya pecah setelah pemain Sungai Ulin melakukan pelanggaran di luar kotak penalti sisi kanan pertahanan.

Adi Winarno yang maju sebagai eksekutor bola mati tak menyia-nyiakan peluang ini. Tendangan bola mati yang cukup mematikan meleak deras ke gawang Sungai Ulin. 

Bola tendangan bebasnya melengkung mulus ke jaring gawang Sungai Ulin dan tak mampu dibendung kiper. Gol tersebut membawa Loktabat Selatan unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Sungai Ulin mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Loktabat Selatan pun mengunci tiket final.

Pelatih Loktabat Selatan, Danu Saputra mengakui, timnya memang menunggu momentum, termasuk dari bola mati. 

“Kami tidak ingin menyia-nyiakan peluang, apalagi dari situasi free kick. Strategi kami memang bertahan dulu lalu melakukan serangan balik cepat,” ujarnya.

Danu mengatakan, anak asuhnya sempat mengalami kendala untuk bermain cantik dan menembus benteng pertahanan Sungai Ulin di babak pertama. 

“Ada pemain yang terlambat datang, yang seharusnya main di babak pertama baru bisa kami turunkan di babak kedua,” katanya. 

Danu Saputra pun optimistis timnya bisa tampil lebih baik di partai pamungkas setelah melakukan evaluasi.

Sementara, pelatih Sungai Ulin, Syahriwal Heri, menyebut persiapan timnya berjalan seperti biasa dengan latihan rutin di Lapangan 623. 

“Ada beberapa keputusan yang menurut saya merugikan kami dan seharusnya bukan pelanggaran. Tapi pertandingan sudah selesai, kami terima hasilnya,” ucapnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved