Sport

Menuju 10 Besar PON 2029, Cabor Minta Pemprov Kalsel Susun Roadmap

Hasiul urun rembuk dan diskusi menuju 10 besar PON , pihak peserta nilai Koni Kalsel perlu adanya roadmap olahraga

Banjarmasin Post/Muhammad Andra Ramadhan
DOORSTOP - Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman usai diskusi bersama Cabor dan atlet, di TVRI Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (14/2/2026). 

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARMASIN - Diskusi panjang soal masa depan olahraga Kalimantan Selatan (Kalsel) mengemuka dalam sebuah talkshow di salah satu stasiun televisi di Banjarmasin. 

Forum itu mempertemukan atlet, pengurus cabang olahraga (cabor), KONI Kalsel hingga perwakilan pemerintah provinsi.

Hasilnya, satu benang merah menguat adalah Kalsel dinilai perlu memiliki roadmap olahraga yang jelas dan terukur untuk mengejar target prestasi, termasuk menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2029 mendatang.

Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, mengatakan diskusi semacam ini penting sebagai ruang bertukar gagasan secara konstruktif.

“Kita perlu berdiskusi, memiliki gagasan-gagasan yang konstruktif. Ini menjadi motivasi buat kami untuk menghadirkan pemerintahan yang terbaik, terutama dalam hal fasilitas, pembinaan, dan prestasi demi membanggakan masyarakat Banua Kalimantan,” ujarnya kepada awak media usai acara, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Geger Tawuran Bersenjata Parang 2 Kelompok Remaja di Gang Ibu Banjarmasin, Darah Berceceran di Aspal

Baca juga: Polisi Gagalkan Rencana Tawuran di Rantauan Timur Banjarmasin, Temukan Celurit, Keris Hingga Parang

Dia menyampaikan pesan khusus kepada para atlet Kalsel yang telah berprestasi di ajang internasional seperti SEA Games dan Para Games.

“Teruslah menjaga cinta dan semangat, terus menempa diri. Prestasi itu menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik lagi. Selain fokus olahraga, bagi yang masih sekolah atau kuliah agar terus mendalami ilmunya untuk mempersiapkan masa depan. Yang sudah berkarier, semoga bisa terus fokus. Yang penting sehat, semangat, dan menjadi nomor satu untuk kita semua,” pesannya.

Sementara itu, Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel, Heru Susmianto, menjelaskan pemerintah memiliki target pembinaan hingga level nasional.

“Kalau atlet kita terseleksi masuk Pelatnas, kita support pengirimannya. Kalau sudah terpilih mewakili Indonesia, itu otomatis menjadi duta Indonesia dan menjadi kewenangan pusat,” jelasnya.

Menurutnya, Pemprov tetap memberikan perhatian melalui bonus dan insentif. Atlet peraih medali di PON mendapat bonus, bahkan atlet Wasaka masih menerima insentif bulanan. Skema insentif pun sudah berjenjang berdasarkan raihan medali emas, perak, dan perunggu.

“Tentunya levelisasi itu sudah ada. Acuannya medali. Emas, perak, perunggu berbeda insentif bulanannya,” tegasnya.

Namun dalam diskusi itu, isu utama yang mencuat adalah belum adanya roadmap olahraga yang komprehensif di Kalsel.

Ketua Umum PODSI Kalsel, Donny Achadiat, secara terbuka menyebut baik Dispora maupun KONI dinilai belum memiliki peta jalan (roadmap) olahraga yang terstruktur.

“Komitmen kita menuju 10 besar PON nanti. Tapi idealnya harus ada roadmap. Itu seharusnya menjadi tugas konsultan olahraga di Dispora,” ujarnya.

Menurutnya, target realistis menembus 10 besar PON membutuhkan waktu dan perencanaan matang. Ia memprediksi butuh sekitar delapan tahun untuk benar-benar stabil di posisi tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved