Berita Olahraga

Reza Tembus Final eSport Indonesia Cup 2026, Begini Perjalanan Perjuangannya

Perjalanan atlet esports Kalsel di Indonesia Cup eFootball Mobile Championship 2026 menjadi salah satu cerita menarik

Tayang:
Istimewa/Humas E football Kalsel
BERFOTO BERSAMA - Perjalanan atlet esports Kalimantan Selatan di Indonesia Cup eFootball Mobile Championship 2026 menjadi salah satu cerita menarik pada event nasional, Senin (11/5/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perjalanan atlet esports Kalsel di Indonesia Cup eFootball Mobile Championship 2026 menjadi salah satu cerita menarik pada event nasional, Senin (11/5/2026).

Dari lebih dari seribu peserta yang mengikuti babak kualifikasi, enam wakil Banua sukses menembus panggung utama yang digelar di Atrium Circle Summarecon Mall Serpong, Tangerang, 9-10 Mei 2026.

Kontingen Banua eFootball Mobile x Seribu Sungai Club diperkuat Jumaidi, Rasyad alias Asit, Muamara Reza, Hafiz, Farros, serta Idris Jian yang bertugas sebagai coach. 

Nama Muamara Reza menjadi sorotan terbesar. Atlet asal Kalsel itu berhasil menembus grand final side event 1 vs 1 Mobile Open dan finis sebagai runner up nasional usai dikalahkan atlet asal Purwakarta, Wie Sukmayasa, dengan skor 2-0.

Capaian tersebut menjadi prestasi terbaik atlet eFootball Kalsel di level nasional sejauh ini. Namun perjalanan menuju final tidak berlangsung mudah. Sejak fase grup main event, skuad Banua sudah dihadapkan dengan tantangan berat. 

Hafiz misalnya, harus masuk grup neraka bersama dua pemain timnas eFootball Mobile Indonesia, Bagas Setiawan dan Aljangies.

Tak banyak yang memprediksi Hafiz mampu lolos. Namun atlet Banua itu justru tampil mengejutkan dan berhasil melewati fase grup.

Kejutan lain datang dari Rasyad alias Asit. Ia sukses menumbangkan Phillip Franc dari ONIC Esports yang merupakan juara bertahan musim lalu.

Kemenangan itu langsung menjadi perhatian karena menunjukkan kualitas atlet esports Kalsel.
Meski akhirnya langkah Asit harus terhenti di babak 64 besar setelah dikalahkan pemain timnas Indonesia, Aljangies.

Sementara, Farros yang menjadi atlet termuda dalam skuad juga mencuri perhatian. Di usia 18 tahun, ia mampu menembus main event nasional setelah bersaing dengan lebih dari seribu peserta di babak kualifikasi.

Kehadiran Farros dianggap menjadi sinyal positif regenerasi atlet esports di Kalimantan Selatan berjalan dengan baik.

Di fase gugur main event, perjalanan atlet Banua berlangsung dramatis. Farros harus gugur di babak 128 besar. 

Hafiz kemudian disingkirkan Robbert, pemain Fornas Jawa Tengah, yang juga menghentikan langkah Reza.

Asit, Hafiz, dan Rasyad terhenti di babak 64 besar, sedangkan Jumaidi mampu melangkah hingga babak 32 besar.

Perjuangan Banua kemudian berlanjut di side event 1 vs 1 Mobile Open. Di sinilah cerita besar Reza dimulai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved