Berita Olahraga

Bukan Coach Teco Penyebab Kekalahan Barito Putera, Tapi Ini Dikeluhkan Isnan Ali

Asisten Pelatih Barito Putera, Isnan Ali, menegaskan hal itu bukan penyebab kekalahan timnya.

Tayang:
Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto
Duel Barito Putera vs Persela Lamongan di Stadion Demang Lehmah Martapura, Sabtu (18/10/2025) berjalan alot. Babak pertama, berakhir dengan skor kacamata. 

BANJARMASIN POST.CO.ID. BANJARMASIN POST - Kekalahan Barito Putera dari Persela Lamongan memunculkan spekulasi soal absennya pelatih kepala Coach Teco di bench tim akibat akumulasi kartu yang diterimanya.        

Namun, Asisten Pelatih Barito Putera, Isnan Ali, menegaskan hal itu bukan penyebab kekalahan timnya.

Barito Putera harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persela Lamongan pada pekan keenam Liga 2 Pegadaian 2025/2026 di Stadion Demang Lehman, Sabtu (18/10/2025).
 
Kekalahan di hadapan publik sendiri itu sungguh memilukan dan membuat beberapa pihak menilai absennya Teco berdampak pada performa tim.

Namun, Isnan Ali terus membantah. Coach Teco tetap memberikan instruksi dan arahan kepada tim meski tidak berada di bench selama pertandingan berlangsung.

“Ya, mungkin nggak juga ya. Bisa dibilang tidak, karena walaupun Coach Teco nggak di bench, tapi tetap memberikan komando, tetap komunikasi sama kami, tim pelatih di bench,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komunikasi antara Teco dan staf pelatih tetap berjalan dengan baik, bahkan sempat terjadi evaluasi langsung usai babak pertama.

“Setelah babak pertama, Coach Teco tetap yang memberi instruksi. Memang ada perubahan permainan di babak kedua,” ujarnya.

Meski secara permainan Barito Putera tampil lebih dominan, Isnan mengakui, timnya gagal memanfaatkan peluang menjadi gol.

“Kalau dilihat dari peluang, kita lebih banyak dari lawan. Hanya, kita tidak bisa memaksimalkan peluang itu untuk mencetak gol,” katanya.

Barito Putera pun memprotes keras kepemimpinan wasit Juandi Hidayatullah karena dinilai tidak adil dalam pertandingan saat menjamu Persela Lamongan FC pada pekan keenam Grup 2/Timur Championship ini. 

“Ini bukan hasil yang kami inginkan kala bermain di kandang. Padahal pemain sudah bekerja keras sepanjang pertandingan,” ujar Isnan Ali. 

Menurut dia, pemain Persela banyak mengulur waktu sepanjang laga, sehingga menyulitkan Barito Putera untuk mengontrol tensi permainan sehingga pemain kerap terpancing emosi di lapangan.

Wasit Juandi pun tak mampu berbuat banyak. “Wasit kurang tegas, ada beberapa pelanggaran berbahaya dari Persela yang sebenarnya fatal. Harusnya wasit bisa melindungi pemain dengan memberikan kartu kepada pemain yang kasar, namun wasit tidak melakukannya,” ujar Isnan.

Setelah mengalami kesulitan di babak pertama, skuad asuhnya mencoba memperbaiki strategi permainan di babak berikutnya.

Pada waktu berjalan babak kedua, Isnan mengatakan, wasit kembali merugikan Barito Putera karena tidak memberikan hadiah penalti saat pemain Persela melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

Isnan pun mengatakan, kekalahan ini menjadi pelajaran penting skuad Laskar Antasari untuk dapat lebih mengontrol emosi mesi berulang kali dipancing gaya permainan lawan yang keras menjurus kasar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved