TOPIK
Bursa Saham
-
IHSG mendapatkan sentimen positif dari penerapan PSBB di DKI Jakarta yang diklaim berhasil menekan peningkatan kasus Covid-19
-
Pada tahun 2017 ini, pertumbuhan jumlah emiten pasar modal Indonesia cukup menggembirakan yaitu sebanyak 31 emiten baru.
-
Hingga mendekati penutupan tahun 2017, sudah ada 31 perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) dan resmi
-
Harga saham INCO pada penutupan pasar bursa pukul 15.50 Jumat (20/10/2017) kembali ditutup menguat 4,18 % atau 120 poin ke level 2.990.
-
Ada alasan mengapa saham BUMI mendapat gelar sebagai saham sejuta umat. Satu dekade silam, BUMI sangat populer di kalangan pemegang saham
-
Indeks S&P 500 juga turun 0,22% ke angka 2.469,45. Sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,47% ke angka 6.340,46.
-
Emiten-emiten ini bakal menggelar rights issue dengan skema penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu
-
Pada Senin (7/8), Dow Jones menguat 0,12% ke level 22.118,42. Indeks S&P 500 naik 0,16% ke angka 2.480,91. Sedangkan indeks Nasdaq menguat 0,51% ke po
-
Saham perusahaan judi Paddy Power Betfair dan PostNL turun mengimbangi kenaikan harga saham sektor komoditas dasar dan energi.
-
Selama ini, pasar modal AS adalah magnet dan menjadi barometer pasar saham global. Kenaikan DJIA kerap mengerek indeks bursa saham dunia
-
Pada akhirnya, Dow Jones berakhir dengan kenaikan 0,04% atau hanya 9,86 poin.
-
Indeks FTSE 100 naik 0,85% ke angka 7.474,77. Indeks CAC naik 0,46% ke angka 5.130, 49 dan Ibex 35 naik 0,33% ke level 10.549,10.
-
Dow Jones membutuhkan waktu lebih dari lima bulan hingga mampu menembus level 22.000 dari posisi 21.000.
-
Indeks DAX pun turun 0,57% ke angka 12.181,48. Indeks CAC turun 0,39% ke posisi 5.107,25 dan FTSE terkoreki 0,16% ke level 7.411,43.
-
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di teritori negatif seiring dengan maraknya aksi jual di lantai bursa.
-
Dalam keterbukaan informasi, Selasa (25/7), diumumkan secara resmi bahwa pada Senin (24/7) sudah ditetapkan 45 saham dengan likuiditas transaksi
-
Bloomberg menunjukkan, indeks Nikkei 225 naik 0,10%, dan Australia S&P/ASX 200 menguat 0,66% pada pukul 08.30 WIB
-
Analis OSO Sekuritas Riska Afriani mengungkapkan, walau saat ini masih minim katalis positif, rilis kinerja keuangan sejumlah emiten
-
RTI mencatat, lima sektor saham berada di teritori negatif, berbanding lima sketor lainnya yang masih bergerak naik.
-
Para pemodal asing masih menjauh dari pasar saham domestik. Dalam sepekan terakhir, asing mencatatkan penjualan bersih
-
IHSG tidak mampu keluar dari teritori negatif akibat tekanan yang melanda delapan sektor saham.
-
"Kalau saya lihat ini lebih ke arah faktor politik yang akan terimbas ke tersangka. Kalau efeknya ke pasar saham bisa dikatakan masih jauh"
-
Reuters melaporkan 5,2 juta pengguna terdiri dari 1,07 juta dari domestik dan 4,14 juta berasal dari internasional.
-
Wall Street juga relatif sepi jika dibandingkan dengan perdagangan hari-hari biasanya.
-
Sektor telekomunikasi mempimpin kenaikan. Perusahaan telekomunikasi BT mencatat kenaikan tertinggi, hingga 3,9%.
-
Pernyataan dari Yellen Janet, Gubernur The Fed memberikan sentimen positif kepada Amerika Serikat namun tidak untuk Indonesia.
-
Sentimen pasar lain yang mempengaruhi adalah faktor politik, yakni kelanjutkan kasus pertemuan Donald Trump Jr dengan satu pengacara Rusia.
-
Indeks Nasdaq pun naik 23,31 poin atau 0,38% ke level 6.176,39. Sedangkan Dow Jones Industrial Average (DJIA) justru melorot 5,82 poin
-
Analis PT Bahana Sekuritas Muhammad Wafi memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.825-5.875.
-
Sebelumnya, pada perdagangan saham Rabu (5/7/2017) IHSG ditutup melemah -40,31 poin atau sebesar -0,69 persen di level 5.825.05.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved