Bursa Saham

Selama 2017 Ada 31 Emiten Baru, Ini Dia Saham-saham Pilihan Analis, Mana Pilihan Kamu?

Hingga mendekati penutupan tahun 2017, sudah ada 31 perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) dan resmi

Tayang:
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Didik Triomarsidi
Achmad Maudhody

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tahun 2017 juga menjadi tahun yang cukup bereda dari tahun-tahun sebelumnya bagi industri pasar modal Indonesia.

Hingga mendekati penutupan tahun 2017, sudah ada 31 perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) dan resmi melantai di bursa saham Indonesia.

Puluhan emiten baru ini berasal dari berbagai sektor mulai dari pertambangan, industri dasar, manufaktur, properti dan banyak lagi.

Walaupun masih belum memenuhi target jumlah IPO yang diperkirakan oleh Bursa Efek Indonesia yaitu 35 IPO di tahun 2017, namun jumlah ini jauh meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya terjadi belasan IPO setiap tahun.

Baca: Pria Ini Berpacaran dengan Perempuan Bintang Film Porno, Kisah Hidup Mereka Sangat Mengejutkan

Baca: Jadwal Siaran Langsung Dubai Super Series 2017 di Kompas TV : Semua Bisa Saling Mengalahkan

Baca: Live Streaming Kompas TV Dubai Super Series 2017 : Mulai 16.00 WIB, Modal Awal Marcus/Kevin

Dari 31 emiten baru di pasar modal ini, analis memiliki beberapa saham yang menjadi highlight dan patut dipertimbangkan sebagai alternatif investasi.

Dijelaskan Equity Brokerage RHB Sekuritas Nazmi, dari daftar 31 emiten ini ada empat saham yang bisa dilirik para investor yaitu saham.

Yaitu saham PT Sariguna Primatirta (CLEO), PT Totalindo Eka Persada (TOPS), PT Kapuas Prima Coal (ZINC) dan PT Mark Dynamics Indonesia (MARK).

Menurut Nazmi, keempat saham ini sedang dalam tren pergerakan harga positif, selain itu jika dilihat dari analisa fundamental pun cukup baik.

Seperti saham CLEO yang berada di kisaran harga 805 perlembar saham, dari laporan keuangannya penjualan produk PT Sariguna Primatirta meningkat dari Rp 285 miliar menjadi Rp 440 miliar.

PT Totalindo Eka Persada (TOPS) yang bergerak di bidang bisnis low end properti juga mengalami peningkatan earning per share (EPS) dari 30 menjadi 37. Dari laporan keuangannya pun terlihat peningkatan modal dan diimbangi dengan penurunan hutang perusahaan.

"TOPS ini sekarang harga saham berada di kisaran 3200 perlembar saham dan sudah naik ratusan persen sejak pertama kali IPO Jumat (16/6/2017)," kata Nazmi.

Sedangkan untuk saham MARK, dilihat dari laporan keuangannya terjadi peningkatan laba perusahaan dari Rp 19,6 miliar menjadi Rp 32,3 miliar. Aset perusahaan pun meningkat dari Rp 170 menjadi Rp 204 miliar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved