Instan

Fenomena Jokowi memang luar biasa. Sudah lebih tiga bulan dia dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, tapi eforia Jokowi (nama populer Joko Widodo) belum surut, bahkan semakin menjadi-jadi.

Tayang:
Editor: M Fadli Setia Rahman

BANJARMASINPOST.CO.ID - FENOMENA Jokowi memang luar biasa. Sudah lebih tiga bulan dia dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, tapi eforia Jokowi (nama populer Joko Widodo) belum surut, bahkan semakin menjadi-jadi.

Di mana-mana orang menyebut Jokowi. Ketika mendampingi calon Gubernur-Wagub Jabar Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Jokowi yang dielu-elukan, bukan cagub-cawagubnya.

Bukan hanya itu, lembaga-lembaga survei juga ikut mabuk kepayang. Mereka berlomba mengadakan survei siapa yang pantas menjadi presiden RI 2014-1019.

Dibandingkan tokoh-tokoh besar ternyata nama Jokowi mencuat paling tinggi. Salah satu lembaga survei merilis, dia mendapat 18,8 persen, Prabowo Subianto 10,9 persen, Wiranto 9,8 persen, Jusuf Kalla 8,9, Aburizal Bakrie 8,7 persen dan Megawati, ‘bos’ nya Jokowi, hanya 7,2 persen.

Untuk beberapa hari ke depan mungkin nama Jokowi akan surut sebentar, terdesak oleh Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) yang dijadikan tersangka kasus pembangunan pusat olah raga di Hambalang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anas akan melakukan perlawanan, tapi itu tidak berarti pembicaraan soal capres lantas berhenti.

Tokoh-tokoh politik sudah sejak lama menyebut nama Jokowi. Mereka yakin kalau Jokowi maju dalam pilpres 2014 akan merebut suara terbanyak. Anggota DPR dari Golkar Bambang Susatyo bahkan mengajak Jokowi bergabung dengan Aburizal Bakrie (Ical) yang akan maju sebagai capres.

Sebaliknya Sekjen DPP PDIP Cahyo Kumolo melihat dari sudut berbeda. Dia berpendapat, Jokowi perlu melunasi janjinya dulu di Jakarta sebagai gubernur, baru melangkah ke lain.

Sedang Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah mengatakan, kalau Jokowi menuruti keinginan pengamat atau tokoh politik lain, itu sama saja masuk ‘jebakan batman’. Jebakan batman adalah istilah populer untuk  korban jebakan polisi lalu lintas di Jakarta.

Jokowi sendiri tak ambil pusing. Dia tetap saja kerja dan kerja, blusukan ke gang sempit atau sudut kumuh di Jakarta. Kehadirannya selalu di elu-elukan oleh kalangan tua dan muda bahkan anak-anak.

Kalau mau jujur, fenomena Jokowi bukan karena mantan Wali Kota Solo itu orang yang hebat. Dia biasa-biasa saja, bukan tokoh politik, pergerakan atau tokoh apalah yang membuat orang terkenal. Dia hanya manusia kerja, dia disenangi karena antara kata dan perbuatan selalu sesuai. Dia juga jujur. Semasa menjadi Wali Kota Solo, dia tidak mengambil gajinya. Ia juga terpilih sebagai wali kota terbaik ke III tingkat dunia.

Kebetulan saat ini Indonesia krisis pemimpin. Para pemimpin parpol tidak ada yang memiliki nilai lebih, masyarakat sudah tahu kelas mereka. Tiap hari diomongin, dibahas, diseminarkan bahkan disurvei hanya segitu saja. Kalau toh nanti terpilih sebagai presiden itu karena memang tidak ada tokoh lain yang lebih baik.

Dari jalur birokrasi semakin sulit lagi, sementara jalur militer tak ada denyut para jenderal yang memberikan warna dalam ingar bingar kehidupan politik.

***

Sebagai bangsa kita harus prihatin melihat kenyataan ini. Parpol belum bisa menjadi ajang rekruitmen pemimpin karena justru disinyalir menjadi tempat lahirnya koruptor. Para pegiat politik banyak masuk penjara, tak tanggung-tanggung dua pemimpin parpol berurusan dengan KPK karena tudingan terlibat korupsi.

Menjelang pemilu 2014 suasana juga sudah mulai terasa. Di Senayan, anggota DPR banyak yang mangkir, rapat-rapat kosong. Mungkin mereka sudah mulai melakukan aktivitas mencari dukungan konstituen.

Partai politik kini berebut mencari calon yang baik, bajing loncat (pindah partai) sudah ramai dilakukan. Maklum mencari orang baik di Indonesia semakin sulit, orang pandai banyak, tapi orang jujur dan bertanggung jawab langka. Tak heran begitu ada satu atau dua yang menonjol seperti Jokowi, langsung ‘ditangkap’.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved