BanjarmasinPost/

Kriminalitas Kalteng

Sadis, Bidan Desa Ini Dibunuh Gara-gara Tolak Cinta Tetangga, Jasadnya Lalu Dikubur di Tepi Sungai

Korban tewas dibunuh tetangganya sendiri. Sang pelaku, Aspianor alias Iyal telah mengakuinya. Pemuda ini mengaku jengkel karena cintanya dicampakkan.

Sadis, Bidan Desa Ini Dibunuh Gara-gara Tolak Cinta Tetangga, Jasadnya Lalu Dikubur di Tepi Sungai
(KOMPAS.com/Budi Baskoro)
Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Pria Premos (kiri) saat rilis kasus pembunuhan bidan desa terpencil, di Pangkalan Bun, Senin (25/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PANGKALAN BUN - Polres Kobar berhasil  mengungkap teka-teki hilangnya bidan desa terpencil, Dini Prasetyani (26) di Pangkalanbun.

Tengkorak dan tulang-belulang yang ditemukan di tepi Sungai Arut, Desa Penyobaan, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, sebulan lalu tersebut dipastikan milik Dini.

Korban tewas dibunuh tetangganya sendiri. Sang pelaku, Aspianor alias Iyal telah mengakuinya. Pemuda ini mengaku jengkel karena merasa cintanya dicampakkan oleh pujaan hatinya, hingga ia nekat membunuhnya pada 5 Agustus 2017 malam.

"Jengkel. Mungkin dia ada laki-laki yang mau sama dia dulu. Mungkin dia pengen sama dia itu. Setiap dia turun (pulang kampung), orang itu ikut turun juga. Bidan itu naik (kembali ke tempat tugas) lagi, ikut naik juga," ucapnya di Mapolres Kotawaringin Barat, Senin (25/9/2017).

Baca juga: Hebat, Timnas U-12 di Danone Nations Cup 2017, Negara Raksasa Eropa Pun Berhasil Dikangkangi

Menurut pengakuan pelaku, sebelum membunuh korban dengan martil dan pisau, ia sempat berbincang dengan korban. "Kamu bisa enggak lepas dari aku," katanya menirukan ucapan korban.

"Kata saya, enggak bisa, karena saya sudah terlanjur cinta sama kamu, sudah satu tahun tujuh bulan kita pacaran, enggak kuat lepaskan kamu," jawab pelaku.

Ia menambahkan, korban beralasan memutuskan cintanya karena tak memeroleh restu dari orangtuanya. "Katanya orangtua ku enggak setuju, aku tetap milih orangtua aku katanya," tutur Iyal.

Pelaku pun punya syarat, kekasihnya yang merupakan janda beranak satu itu boleh menikah dengan pria lain, asal tak lagi bertugas di desanya.

"Ya boleh, kamu punya suami orang mana, pengen nikah sama siapa terserah kamu, yang penting kamu pindah dari kampung aku. Tapi dia enggak mau, malah saya yang diusir. Langsung saya jengkel," kata dia.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help