BanjarmasinPost/

Kriminalitas Kalteng

Anaknya Terlibat Penipuan Arisan Online, Wagub Kalteng: Ada yang Mau Menjatuhkan Saya!

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib H Said Ismail, mengaku ada unsur politik dalam pelaporan tersebut.

Anaknya Terlibat Penipuan Arisan Online, Wagub Kalteng: Ada yang Mau Menjatuhkan Saya!
faturahman
Wakil Gubernur Kalteng Habib H Said Ismail. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Adanya laporan polisi terkait dugaan penipuan arisan online yang melibatkan anaknya bernuansa politis.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib H Said Ismail, mengaku ada unsur politik dalam pelaporan tersebut.

Ini kata dia, karena anaknya juga sudah melapor ke polisi sebulan yang lalu bahwa juga ditipu oleh bandar arisan online yang ada di Banjarmasin, Kalsel.

Namun anehnya sebut dia laporan anaknya tersebut hingga saat ini belum juga ditindaklanjuti sehingga ketika ada laporan yang sama dari pihak lain, penyidik langsung memprosesnya.

Baca: Heboh di Kalteng! Ternyata Anak Wagub Kalteng Terlibat Penipuan Arisan Online

Baca: Sudah Tak Melayani Lagi, Pegawai Perempuan Ini Tulis Surat ke Ahok, Saya Kangen Banget

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko dan Kabid Humas Polda Kalteng.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko dan Kabid Humas Polda Kalteng. (Tribunkalteng.com/Faturrahman)

"Saya menduga ini ada nuansa politis yang tujuannya untuk merusak dan menjatuhkan saya. Tapi saya akan hadapi itu, karena anak saya juga korban dalam hal ini,"ujar Wagub.

Habib H Said Ismail memang santer dikabarkan akan mencalon sebagai Gubernur Kalteng dalam Pilkada tahun 2021 mendatang.

Bahkan dia sudah bersiap dengan perahu partai untuk membawanya maju dalam Pilkada gubernur tahun 2021 mendatang.

Dia secara tegas mengatakan, siap mengganti dana yang jadi tanggungjawab anaknya jika terbukti anaknya bersalah dalam arisan secara online tersebut.

"Saya tegaskan, anak saya itu juga sebagai korban, dia hanya diminta untuk menghendel anggota yang ada di Kalteng, tetapi bandar arisan online itu ada di Banjarmasin,"ujarnya lagi.

Penyidik kepolisian Polda Kalteng, hingga, Jumat (6/10/2017) terus memproses kasus dugaan penipuan dengan modus arisan online tersebut.

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help