BanjarmasinPost/

Ekonomi dan Bisnis

Begini Format Investasi Bodong Menurut OJK Regional Kalimantan, Ciri Utama Imbalan Tak Masuk Akal

Wartawan juga bisa jadi sumber informasi kami kalau ada undangan atau ajakan terkait seminar investasi bodong, laporkan saja dengan kami

Begini Format Investasi Bodong Menurut OJK Regional Kalimantan, Ciri Utama Imbalan Tak Masuk Akal
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Workshop Wartawan yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI) Banjarmasin, bekerjasama dengan OJK Regional IX Kalimantan dan Hypermart Duta Mall Banjarmasin, Kamis (12/10 /2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional IX Kalimantan Ali Ridwan harapkan wartawan bisa jadi agen OJK untuk awasi penyebaran praktek investasi bodong di Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Wartawan juga bisa jadi sumber informasi kami kalau ada undangan atau ajakan terkait seminar investasi bodong, laporkan saja dengan kami," kata Ali.

Hal ini disampaikannya dalam Workshop Wartawan yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI) Banjarmasin, bekerjasama dengan OJK Regional IX Kalimantan dan Hypermart Duta Mall Banjarmasin, Kamis (12/10 /2017).

Baca: Ini 7 Jenis Pelat Nomor yang Diincar Polisi, Cepat Ganti!

Pada workshop kali ini ia kembali menyampaikan bagaimana ciri, modus dan bentuk format investasi bodong yang juga banyak beredar di Kalsel.

Di antaranya yaitu tentu badan hukum yang tidak jelas, iming-iming imbalan tidak masuk akal dan lainnya.

Dijelaskan Ali, kesulitan utama memberantas investasi bodong adalah karena ajakan investasi bodong biasanya memanfaatkan kedekatan keluarga dan mendompleng tokoh masyarakat atau artis sebagai daya tariknya.

Baca: Para Sopir Taxi Online Kalsel Akan Melawan Bila Terus Dipojokkan, Siapkan Kuasa Hukum

Ia juga memperingatkan masyarakat untuk tetap menghindari ajakan investasi bodong, karena menurut informasi yang dihimpunnya masih ada pertemua-pertemuan di sejumlah hotel di Banjarmasin untuk merekrut anggota investasi bodong.

"Dari informan saya masih ada yang pertemuan Talk Fusion, tapi mereka tidak pakai stand banner Talk Fusion. Memang cukup sulit ditindak karena kita perlu menunggu laporan dari masyarakat terlebih dahulu," kata Ali. 

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help