BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Mengejutkan, Iptu Mahmuda Sebut Pemilik Carnophen Rp 10 Miliar Orang Purwokerto Berinisal R

Saat mau selesai perhitungan, Iptu Mahmuda mengatakan kalau barang haram itu bukan miliknya.

Mengejutkan, Iptu Mahmuda Sebut Pemilik Carnophen Rp 10 Miliar Orang Purwokerto Berinisal R
Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (12/10/2017) Halaman 17 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyidik Subdit III Jatanras melakukan pehitungan ulang terhadap ratusan koli barang bukti carnophen zenit yang digerebek di sebuah ruko di Jalan A Yani Km5,5 No414, Rabu (11/10) siang.

Dalam perhitungan itu dihadiri Direktur Kriminal Umum Kombes Sofyan Hidayat dan Kasubdit III Jatanras AKBP Afebrianto satu tersangka yang juga oknum polisi, Iptu Mahmuda yang mengenakan kaus putih dan celana selutut warna putih.

Sesekali ia terlihat berbicara dengan penyidik. Saat mau selesai perhitungan, Iptu Mahmuda mengatakan kalau barang haram itu bukan miliknya.

"Aku bukan pemiliknya, tapi R orang Purwokerto," ujarnya.

Baca: Diamankan Saat Penggerebekan, Ini Peran Iptu Mahmudah Dalam Bisnis Obat Daftar G di A Yani

Penggerebekan gudang obat daftar G di Jalan A Yani Km 5,5 Banjarmasin Minggu 8 Oktober 2017
Penggerebekan gudang obat daftar G di Jalan A Yani Km 5,5 Banjarmasin Minggu 8 Oktober 2017 (whatsapp)

Saat ditanya kenapa ia berada di lokasi tersebut, mantan Kabid Humas Polresta Banjarmasin ini mengaku mau membayar upah truk fuso.

Kembali ditanya apakah ia mengetahui ada obat disana ia mengiyakan. Namun ketika ditanya lebih jauh ia tak mau berkomentar.

Terpisah, Direktur Kriminal Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat mengatakan kali ini pihaknya melakukan perhitungan kembali dan sebagian sampel akan dibawa ke BPOM Banjarmasin untuk dilakukan pemeriksaan.

Meski begitu Sofyan tak mau berkomentar banyak dan meminta bersabar karena masih dalam proses penyidikan dani akan digelat jumpa pers oleh Kapolda langsung. Sementara itu dari pantauan BPost, perhitungan cukup melelahkan karena penyidik harus membongkar lagi koli obat yang berada di truk fuso.

Setelah selesai dihitung kemudian obat-obat tersebut dikembalikan lagi di atas truk fuso dan ditutupi terpal lagi agar tak kehujanan. Jumlah obat pun tak berubah yakni 7.320.000 butir obat carnophen.

Sebelumnya, Wakil Kepala Polisi Daerah Kalimantan Selatan Kombes M Nasri yang dikonfirmasi usai salat Zuhur di Masjid Mapolda Kalsel, Selasa (10/10) mengiyakan bahwa sang oknum perwira telah ditetapkan oleh penyidik menjadi tersangka.

Baca: Awas, Dispencapil Kota Banjarmasin Cium Gelagat Ada yang Bisniskan KIA Lewat Calo

Nasri pun mengiyakan bahwa yang berrsangkutan telah ditahan. Disinggung kenapa sang oknum itu dijadikan tersangka dalam kasus ini, Nasri mengatakan karena obat tersebut dalam penguasaan yang bersangkutan.

Apakah ada oknum-oknum lainnya yang terlibat dan bagaimana jika ada? Mantan Direktur Krimsus Polda mengatakan hal tersebut masih dalam penyidikan petugas. (dwi)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help