Keterlaluan Dokter Malpraktik, 44 Tahun Kain Kasa Tertinggal di Perut Pasien

Keterlaluan Dokter Malpraktik, 44 Tahun Kain Kasa Tertinggal di Perut Pasien

Keterlaluan Dokter Malpraktik, 44 Tahun Kain Kasa Tertinggal di Perut Pasien
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ini kejadian langka, kain kasa tertinggal di perut pasien, tak tanggung-tanggung, sudah 44 tahun berada di sana.

Kejadian ini terjadi pada 1970 di Rumah Sakit Universitas Nagoya, Jepang.

Pihak Rumah Sakit Universitas Nagoya, Jepang baru memberi pengakuan tim medisnya telah meninggalkan kain kasa di dalam tubuh pasien yang dioperasi pada 1970, pada Rabu (20/122017).

Pihak Rumah Sakit Universitas Nagoya, menyebutkan, pasien berjenis kelamin perempuan itu kerap mengeluh sakit perut selama bertahun-tahun.

Baca: Kisah Memilukan, Ayah Masuk Penjara karena Lindungi Anaknya yang Dicabuli Predator

Baca: Waduh! Baru Dua Hari Munaslub, Sudah 350 Orang Kader Golkar Sakit, 50% Terserang Penyakit Ini

Baca: Cerita Pilu TKW! Sengaja Merekam Aksi Bejat sang Majikan yang Ingin Memperkosanya

Baca: Gila! ABG Umur 15 Tahun Perkosa Nenek Usia 84 Tahun, Ternyata Ini Penyebabnya

Laman Japan Today melaporkan, tim medis kemudian melakukan operasi kepada pasien berusia 80-an tahun itu setelah didiagnosis menderita tumor pada April 2014.

Pada tahun itu, saat melakukan operasi pengangkatan tumor di sekitar panggulnya, dokter menemukan benda seperti kain pada tumor tersebut.

Tim medis Rumah Sakit Universitas Nagoya, menyakini kemungkinan sakit perut atau tumor yang diderita selama ini disebabkan kain kasa yang tertinggal 44 tahun.

Pihak Rumah Sakit Universitas Nagoya, menyimpulkan, dokter yang melakukan operasi pada 1970 lupa membuang kain kasa tersebut.

Pada 1970, perempuan itu menjalani operasi untuk mengatasi ketidaksuburan.

Setelahnya, dia belum pernah menjalani operasi lain hingga pada 2014.

Rumah Sakit Universitas Nagoya meminta maaf kepada nenek yang tinggal di Aichi dan akan menyelesaikan beberapa dokumen terkait dugaan praktik kedokteran yang salah dan tidak tepat atau malapraktik. (kompas.com)

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help