Ada Apa Pemerintah Kok Minta Grab, Go-jek, dan Uber Berhenti Rekrut Driver Online, Ini Alasannya

Ternyata pemerintah beralasan, jumlah pengendara dan persaingan antar taksi online dinilai sudah tidak sehat.

Ada Apa Pemerintah Kok Minta Grab, Go-jek, dan Uber Berhenti Rekrut Driver Online, Ini Alasannya
Istimewa
Kredit Taksi Online Murah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah melalui Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Senin (12/3/2018) meneken moratorium penambahan driver online baru untuk seluruh daerah.

Ternyata pemerintah beralasan, jumlah pengendara dan persaingan antar taksi online dinilai sudah tidak sehat.

Menteri Perhubungan Budi Karya menyampaikan itu usai rapat koordinasi dengan Luhut, Kemenhub, Menkominfo, Korlantas, beberapa dishub, serta tiga operator driver online.

"Mengingat jumlah taksi aplikasi ini sudah terlalu banyak, diminta dilakukan moratorium," jelas Budi mengenai putusan Luhut di rakor hari ini pada Senin (12/3).

Baca: BREAKING NEWS : OTT KPK Tangkap Panitera Pengadilan Negeri Tangerang

Adapun moratorium tersebut meminta tiga aplikator driver online yakni Go-Jek, Grab dan Uber untuk menghentikan pendaftaran taksi online.

Pasalnya driver sudah berkompetisi, dan ada kecenderungan sulit mendapatkan order.

Mengenai panjang moratorium, Budi menyampaikan bakal berlaku hingga ada ketetapan berikutnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub Budi Setiyadi menambahkan terjadi percepatan jumlah pengemudi baru taksi online yang tidak sehat.

Berdasarkan data Kemhub, hingga tiga pekan lalu, jumlah pengemudi online untuk tiap aplikator mencapai 166.000 driver.

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help