Hari Kartini 2018
Hari Kartini 2018, Anak Selir yang Menikahi Pria Beristri, Ini Curhatan Kartini Tentang Cinta
RA Kartini lahir dari seorang Bupati Jepara, RM Adipati Ario Sosroningrat dan seorang selir bernama Ngasirah.
Penulis: Restudia | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Raden Ajeng Kartini adalah sosok pahlawan wanita yang selalu dikenang.
Kartini merupakan salah satu pejuan dalam kesetaraan pria dan wanita.
Memperingati perjuangan Kartini, setiap 21 April selalu diperingati sebagai hari Kartini.
Dibalik perjuangannya, ada kisah pilu dibalik cinta Kartini. Kartini adalah anak seorang selir.
Baca: Ribut-ribut Facebook Ditutup Lalu Diblokir 24 April, Ini Fakta Sesungguhnya
RA Kartini lahir dari seorang Bupati Jepara, RM Adipati Ario Sosroningrat dan seorang selir bernama Ngasirah.
Sejak Kartini lahir, ia sudah bisa merasakan perbedaan hidup di antara istri sah dan juga selir.
Baca: Gagas Revolusi Menghafal Alquran di Banjarmasin, Ini Umur Anak yang Diincar
Sayangnya walau ia sudah mengerti akan hal itu, Kartini tetap menikah dengan seorang suami yang memiliki dua istri.
Mengenai kisah cintanya, Kartini banyak menulis tentang pandangan dan perasaannya yang kemudian dia kirimkan kepada sahabatnya di Eropa.
Baca: Ponsel Jadul Nokia 8210, Ternyata Disukai Gembong Narkoba, Alasannya Masuk Akal
Setelah Kartini meninggal dunia, Mr JH Abendanon kemudian mengumpulkan dan menerbitkannya dalam sebuah buku berjudul "Door Duisternis tot Licht".

Buku tersebut kali pertama diterbitkan pada 1911. Sebelas tahun kemudian atau pada tahun 1922, terjemahannya dalam bahasa Melayu, yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang" diterbitkan Balai Pustaka.
Perasaan Kartini tentang cinta juga terungkap dalam surat-suratnya kepada sahabatnya tersebut.
Dilansir tribunjogja, buku "Door Duisternis tot Licht" yang kemudian diterjemahkan Agnes Louise Symmers menjadi "Letters of a Javanese Princess", mengungkap beberapa pandangan Kartini tentang cinta, termasuk perasaannya terhadap pria yang ada di sekelilingnya.