Pilpres 2019

Kedatangan Prabowo Ditolak di Kediaman SBY di Kuningan, Elite Demokrat : Jenderal Kardus

Kabarnya, pembahasan Cawapres ini bahkan membuat Demokrat menyatakan akan keluar dari koalisi.

Kedatangan Prabowo Ditolak di Kediaman SBY di Kuningan, Elite Demokrat : Jenderal Kardus
(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan salam kepada media sebelum melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mendekati pendaftaran ke KPU, koalisi partai kubu Prabowo Subianto justru memanas. Dinamika yang terjadi, ada pembahasan alot untuk posisi calon wakil presiden (Cawapres).

Kabarnya, pembahasan Cawapres ini bahkan membuat Demokrat menyatakan akan keluar dari koalisi.

Bahkan pada Rabu (8/8/2018), sejumlah petinggi Partai Demokrat berkumpul di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca: Mahfud MD Diragukan Said Aqil, Namun KH Maimoen Zubair Sebut NU Tulen

Tak hanya itu, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief bahkan dengan keras menyatakan kekecewaannya terhadap kubu Prabowo.

Andi menyebut Prabowo Jenderal Kardus karena lebih mementingkan uang daripada partai.

Baca: Ini Harta Kekayaan Jokowi-Prabowo Saat Jadi Capres di Pilpres 2014, Punya Saham di 26 Perusahaan Lho

"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS," dikutip dari akun Twitter Andi Arief, Rabu malam (8/8/2018).

Saat dikonfirmasi Andi Arief membenarkan tulisannya tersebut. Ia mengaku kecewa karena Prabowo lebih mementingkan uang daripada perjuangan.

Baca: Megawati Komunikasi Intensif dengan PBNU Terkait Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

"Bahwa di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing 500 M menjadi pilihannya untuk Cawapres. benar-benar jenderal di luar dugaan," katanya.

Mengenai hal ini, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah tudingan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bahwa Sandiaga Uno membayar Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk jadi cawapres Prabowo Subianto.

Baca: Prabowo Subianto Mendadak Kirim Surat ke SBY Terkait Pilpres 2019, Sosok Ini Ungkapkan Isinya

"Saya kira engga benar, saya akan cek dulu," ujar Muzani ditemui di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Elite Demokrat: Mental Prabowo Jatuh Ditubruk Uang Sandiaga Uno

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved