Berita Banjarmasin

Indonesia Darurat Penyakit Campak, MUI Membolehkan Vaksin MR, orangtua Merespon Seperti ini

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membolehkan Vaksin Measles Rubella (MR) meskipun mengandung unsur babi

Indonesia Darurat Penyakit Campak, MUI Membolehkan Vaksin MR, orangtua Merespon Seperti ini
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membolehkan Vaksin Measles Rubella (MR) meskipun mengandung unsur babi, tidak mengubah sikap sejumlah orangtua siswa di Banjarmasin.

Mereka tak menghiraukan fatwa tersebut dan mayoritas melarang anaknya divaksin.

Salah satunya di SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin ketika kemarin dilakukan vaksin MR.

Dari jumlah siswa sebanyak 635 anak, hanya 113 siswa yang disuntik vaksin karena sudah mendapat persetujuan dari orangtua.

Menurut pihak sekolah, sebagian besar orangtua masih menunda vaksinasi yang tidak memiliki kandungan haram.

Baca: Ringgo Agus Rahman Incar Anak Raisa Dan Hamish Daud untuk Dijodohkan dengan Bjorka

Kepala SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin, Salman menjelaskan, sebelum divaksin dua hari yang lalu, pihaknya sudah meminta angket dari keterangan orantgtua siswa boleh tidaknya anaknya di vaksin.

“Ya hasilnya memang banyak yang orangtuanya meminta menunda sampai ada vaksin yang tidak mengandung babinya,” katanya.

Karena itu merupakan permintaan orangtuanya, maka pihak sekolah hanya bisa melakukan dan melaksanakan kepada siswa -siswinya yang mau.

Baca: Makan dengan Menu Biasa di Restoran 1,7 Miliar Bolivar, Begini Cerita WNI di Venezuela

“Ya kami tidak bisa memaksakan. Kalau yang mau kami lakukan vaksin, yang tidak ya tidak kami berikan juga,” kata dia.

Salah satu orangtua siswa, Miftah menjelaskan bahwa memang anaknya tidak diperkenankan untuk dilakukan vaksinasi, sebab belum lama tadi MUI sudah menyebutkan ada kandungan babi di dalamnya.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help