Berita Banjarbaru

Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya

Diketahui dua pesantren di Banjarbaru terdeteksi santriwatinya terserang rubella. Namun semuanya sudah dilakukan karantina

Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya
kompas tv
Ilustrasi Campak Rubella 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hingga kini kasus campak rubella di Kota Banjarbaru diketahui ada 49 kasus menimpa anak usia sekolah SMP di Banjarbaru. Semua penderita diketahui adalah perempuan.

Diketahui dua pesantren di Banjarbaru terdeteksi santriwatinya terserang rubella. Namun semuanya sudah dilakukan karantina dengan anak tak boleh melakukan aktifitas bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

Diketahui akibat dari campak rubella yang tak tertangani dapat menyebabkan kematian pada anak. Sementara bagi ibu hamil yang terserang rubella anak yang dilahirkan akan mengalami gangguan dan cacat.

Baca: Pernikahan Ahok dan Bripda PND, Polwan Mantan Ajudan Veronica Tan Bisa Digelar di Rutan Mako Brimob

Baca: Begini Cara Ahok Melamar Polwan Cantik Bripda PND Hingga Bakal Menikahinya

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018 Pada 16-20 September, Ingat 5 Langkah di Sscn.bkn.go.id

Baca: Inikah Sosok Polwan Calon Istri Ahok, Foto Bripda PND Tersebar di Media Sosial

Baca: Jokowi Diminta Mundur Jadi Presiden RI Karena Nilai Tukar (kurs) Rupiah Melemah, Ini Alasannya

Campak rubella jelas Kadinkes Kota Banjarbaru, Agus Widjaja menyebar melalui udara sehingga penderita harus mengurung diri sendiri di rumah atau kamar agar tak menjangkit kepada orang lain.

"Semua yang di pesantren yang terserang rubella sudah diobati dan sudah dilakukan karantina," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Banjarbaru, Rabu (05/09/2018).

Terkait rubella yang menyerang santriwati Agus menambahkan virus tak menyebar karena kebersihan dan lain-lain, namun virus menyebar didiga akibat dibawa dari anak yang datang dari daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) ke Banjarbaru.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion (Live) RCTI, Messi Anggap Juventus Favorit Karena Ronaldo

"Kan di pondok pesantren banyak santri yang asalnya dari hulu sungai mereka pulang ke hulu sungai terjangkit di sana dan menyebarkan virus ke pondok. Karena di pesantren itu santri selalu terkumpul," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dengan adanya fatwa MUI kini ia berharap agar pondok pesantren mendukung pelaksanaan imunisasi rubella di pesantren.

Saat ini jelas Agus daerah yang sudah ditetapkan menjadi KLB rubella adalah Tanjung Tabalong.

Diketahui saat ini virus campak rubella di Banjarbaru masih terjangkit ke perempuan. "Kalau laki-laki belum ada kasusnya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved