Berita Kotabaru

Stop Membakar Lahan! Petani Berpindah Kotabaru Kecewa dengan Pemkabnya

Terlebih kekecewaan perwakilan ratusan petani ladang berpindah yang ikut dalam rapat dengar pendapat

Stop Membakar Lahan! Petani Berpindah Kotabaru Kecewa dengan Pemkabnya
helriansyah
Hearing keluhan petani tidak bisa bercocok tanam di ladang berpindah, setelah adanya aturan larangan membakar lahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Rasa kekecewaan masih membenak di pikiran Herpani, Sekretaris Gerakan Rakyat Nusantara (Garnut) salah satu lembaga sosial masyarakat (LSM) Kabupaten Kotabaru.

Terlebih kekecewaan perwakilan ratusan petani ladang berpindah yang ikut dalam rapat dengar pendapat (hearing) di DPRD Kotabaru, kemarin.

Tidak adanya solusi pemerintah daerah bagi petani gunung (ladang berpindah), karena adanya larangan membuka lahan dengan cara dibakar.

Wajar kekecewaan dirasakan perwakilan petani, karena tiga tahun terakhir sejak adanya larangan membakar lahan mereka kesulitan pangan lantaran tidaknl bisa membuka lahan.

Baca: Land Rover Dinaiki Jokowi-Maruf Nunggak Pajak, Juru Bicara TKN: Nggak Mungkin Pak Jokowi Nanya

Herpani mengungkapkan, rapat dengar pendapat di pimpin Wakil Ketua I DPRD M Arit, tidak memberikan kepuasan sesuai harapan petani dan Garnut, LSM yang mengadvokasi kesulitan petani.

Menurut Herpani, ketidak puasan terhadap hasil akhir hearing tidak memberikan solusi bagi petani agar tetap bisa bercocok tanam di ladang berpindah.

"DPRD minta waktu satu bulan," kata Herpani.

Baca: Putri Marino Melahirkan, Chicco Jerikho Sebut Perjalanannya Baru Dimulai

Dengan alasan, DPRD tidak bisa memberikan keputusan karena harus berkonsultasi dengan kementerian mengenai hal tersebut.

"Kalau dari kehutanan dan dinas lainya ada saja sebenarnya solusi. Dari pihak kepolisian yang keras, artinya tetap tidak boleh membakar dengan alasan apapun," ujar Herpani.

Ironis meredam kekecewaan petani yang tidak bisa membuka ladang, untuk jangka pendek pemerintah daerah melalui instansi terkait akan membantu kebutuhan pangan (beras).

Baca: Ikuti Jejak Sang Kakak, Adik Ayana Moon Sekarang Jadi Mualaf, #Muallaf #Allahuakbar

Solusi jangan pendek ini, sangat disayangkan Herpani. Karena tindakan itu dinilainya hanya akan memanjakan, tidak mengajarkan petani mandiri.

"Yang efektif itu bagaimna cara membuka lahan dengan baik, tanpa harus membakar. Ini mengajarkan petani manja," tandas Herpani kepada banjarmasinpost.co.id.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved