Wanita Tergemuk di Kalteng

Belajar dari Kasus Titi Wati Wanita Tergemuk di Kalteng, Ngemil Lebih Mengerikan daripada Makan Nasi

Berat badan yang dialami Titi Wati ini lebih besar dibandingkan kasus obesitas yang pernah terjadi pada Aria Permana, bocah asal Karawang

Belajar dari Kasus Titi Wati Wanita Tergemuk di Kalteng, Ngemil Lebih Mengerikan daripada Makan Nasi
tribunkalteng.com/faturahman
Titi Wati (37) hingga, Kamis (10 1 2019) masih tengkurap di kamar rumahnya.(faturahman) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang wanita berusia 37 tahun di Palangkaraya, Kalimantan Tengah mengalami obesitas dengan bobot berat badan mencapai 350 kg. Sehingga mendapat gelar Wanita Tergemuk di Kalteng.

Berat badan yang dialami Titi Wati ini lebih besar dibandingkan kasus obesitas yang pernah terjadi pada Aria Permana, bocah asal Karawang dengan bobot 193 kg.

Obesitas yang dialami Titi Wati ini berlangsung sejak usianya 27 tahun dan sudah enam tahun ini ia hanya bisa berbaring dan tengkurap karena kegemukan yang dideritanya itu.

Obesitas itu bukan karena Titi Wati memiliki porsi makan yang besar.

Titi hanya makan nasi sehari dua kali, namun ia gemar sekali ngemil alias makan makanan ringan seperti makan gorengan, bakso, dan juga minum es.

Baca: Pemandi Jenazah Kaget saat Mandikan Jasad Wanita Cantik yang Dimangsa Buaya, Tersisa Kepala dan Kaki

Baca: Amad Cebur ke Rawa dan Merasakan Sesuatu, Ternyata Ular Piton Sepajang 15 Meter, Tragis yang Terjadi

Baca: Dikasih Makan, Buaya Bernama Merry Malah Terkam Si Cantik Deysi, Simak Pengakuan Mengejutkan Merry

Ngemil yang hanya kegiatan pendamping ternyata menjadi bumerang bagi Titi Wati.

Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan, menjelaskan ngemil menjadi kegiatan yang lebih berbahaya dibandingkan dengan makan nasi, karena ada unsur karbohidrat dan lemak sehingga lebih mudah gendut jika kebanyakan ngemil.

"Makan camilan ada unsur karbohidrat dan lemak, sehingga lebih mudah jadi gemuk bila sering-sering. Oleh sebab itu ngemil bisa lebih berisiko," kata Ali Khomsan kepada Tribunnews.com, Jumat (11/1/2019).

Titi Waty alias Sintia (37) warga Jalan G Obos XXV penderita obesitas yang hanya bisa berbaring dan tengkurap di rumahnya selama enam tahun akibat obesitas. Bobot tubuhnya mencapai 350 kilogram sehingga membuat badannya seperti wanita raksasa.
Titi Waty alias Sintia (37) warga Jalan G Obos XXV penderita obesitas yang hanya bisa berbaring dan tengkurap di rumahnya selama enam tahun akibat obesitas. Bobot tubuhnya mencapai 350 kilogram sehingga membuat badannya seperti wanita raksasa. (Banjarmasinpost.co.id/fatturahman)

Selain itu minuman manis juga bisa dengan mudah memancing obesitas karena gula yang terkandung di dalam minuman.

Ahli gizi tersebut juga mengingatkan agar masyarakat mengonsumsi gula sesuai batasan yakni 50 gram per hari.

"Batasan konsumsi gula 50 gram per hari, jadi minuman manis tentu tetap harus diwaspadai," tutur Ali Khomsan.

Penggunaan gula rendah kalori bisa menjadi pilihan jika ingin mulai mengurangi konsumsi makanan atau minuman manis.

"Gula rendah kalori adalah alternatif yang selama ini bisa diterima," kata Ali Khomsan.

Hai Guys! Berita ini ada juga di TRIBUNNEWS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved