Berita Tanahlaut

Wakil Bupati Abdi Rahman Geram Ada Sekolah Diduga Lakukan Pungatan kepada Ortu Siswa

Pemkab Tala terangnya telah mengganggarkan dari APBD untuk pendidikan sehingga seharusnya sebutnya tak lagi dilakukan pungutan ke orangtua siswa.

Wakil Bupati Abdi Rahman Geram Ada Sekolah Diduga Lakukan Pungatan kepada Ortu Siswa
Mukhtar Wahid
Wakil Bupati (Wabup) Tanahlaut, Abdi Rahman melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin, Jalan Hadji Boejasin, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Rabu (7/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Adanya dugaan pungutan di SDN di Pelaihari membuat Wakil Bupati Tanahlaut, Abdi Rahman geram. Sebutnya ia sudah beberapa kali meminta agar tak ada bentuk pungutan apapun ke orangtua siswa.

"Tidak pernah ada pungutan apa pun atas persetujuan dari kami," ujarnya, Sabtu (19/01).

Menurut Abdi dirinya juga sudah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahlaut agar membuat edaran agar pihak sekolah tak asal memungut dana.

"Nanti akan kita buat edaran terkait pungutan ini," ujarnya.

Kata Abdi, Pemkab Tanahlaut berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik sarana maupun prasarana dengan tanpa melibatkan orangtua murid khususnya dalam pembangunan fisik.

Baca: Foto Terakhir Dylan Sahara & Ifan Seventeen Sebelum Meninggal Diterjang Tsunami Banten, Cantik!

Baca: Supermoon 2019 Disebut Juga Super Blood Wolf Moon, Ini Pengertian, Waktu dan Lokasi Terjadinya

Baca: Sifat Buruk Mantan Suami Krisdayanti, Anang Hermansyah Dibongkar Ashanty Meski Selalu Harmonis

Pemkab Tala ujarnya, telah mengganggarkan dari APBD untuk pendidikan sehingga seharusnya sebutnya tak lagi dilakukan pungutan ke orangtua siswa.

Jika masih terjadi ada pungutan oleh sekolah di Tanahlaut sebutnya ia memastikan akan menindaklanjuti laporan orangtua siswa.

Sebelumnya diduga dilakukan pungutan di SDN Angsau 4 Pelaihari kepada wali murid. Pungutan itu diketahui tersebardi media sosial surat edaran dari Komite Sekolah untuk wali murid yang meminta sumbangan untuk pembangunan Selasar sekolah.

Pembangunan Selasar diketahui dilakukan oleh paguyuban dari orangtua murid kelas 1.

Meskipun besaran dan waktu pengumpulan dana tak dimasukkan dalam edaran namun berembus bahwa orangtua siswa diminta membayar nominal tertentu. Hal itulah yang menimbulkan kecaman Pemkab Tala agar tak ada pungutan di sekolah.(banjarmasinpost.co.id/milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved