Berita Banjarmasin

Penjelasan Kepala BNN RI Soal Pemetaan Kalsel yang Jadi Lokasi Peredaran Narkoba

Penjelasan Kepala BNN RI Soal Pemetaan Kalsel yang Jadi Lokasi Peredaran Narkoba

Penjelasan Kepala BNN RI Soal Pemetaan Kalsel yang Jadi Lokasi Peredaran Narkoba
Foto dari Polres Kapuas
Barang bukti ribuan obat-obatan terlarang yang diamankan jajaran Satnarkoba Polres Kapuas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peredaran narkoba di Kalsel hingga saat ini disinyalir masih bisa terkendali. Hal itu diutarakan oleh Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko saat kedatangannya ke Banjarmasin, Kalsel, Rabu (13/2/2019).

Dari apa yang disampaikan oleh jenderal bintang tiga tersebut, perdaran narkoba di Kalsel masuk dari luar daerah. Namun tak ia pungkiri Kalsel merupakan satu target untuk menyebarnya obat terlarang itu. Karena kondisi wilayah yang masih dianggap subur dan makmur.

Ia mengatakan, narkoba di Kalsel khususnya barang import lebih banyak berasal dari Nunukan, Kalimantan Utara. Kemudian diedarkan di Kalsel melalu jalur tranportasi air dan darat. Akan tetapi sebutnya, khusus Kalsel, saat ini peredaran narkoba relative masih bisa dikendalikan.

Beredarnya informasi ada 36 lokasi di Kalsel yang menjadi tempat peredaran narkoba ujar Komjen Pol Heru memang ada beberapa tempat yang terpapar. Selain itu ada pula yang dianggap berat dan kemungkinan peredaran bisa berkembang.

Baca: Kronologi Penangkapan Pengedar Sabu di Desa Binjau Pemangkih HST, Simpan Sabu di Kompor

“Disini saya mengajak agar bagaimana ke 36 kampung tersebut bisa merubah gaya hidup mereka. Agar tidak terpapar narkoba,” jelasnya saat ditemui usai mengisi kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat 9ULM) Banjarmasin, Jalan Brigjen Hasan Basri, Banjarmasin, Kalsel.

Ia juga mengatakan akan menindak tegas para bandar narkoba. Selain itu menjaga dan memutus jaringan narkoba yang kebanyakan berasal dari  luar Kalsel.

Mengenai peredaran barang itupula, Komjen Pol Heru mengatakan akan melakukan koordinasi dengan BNN Provinsi Kalsel dan Kalimantan Timur serta Kalimantan Utara. Tentunya hal itu untuk memutus aliran peredaran narkoba masuk ke Kalsel.

Sementara itu, dari kunjungannya ke Kalsel, lelaki itu berharap agar tindakan pengendalian dan pengawasan serta ungkap dan tangkap yang dilakukan oleh pihak kepolisian bisa lebih optimal.

Terlepas dari itu, mengenai kuliah umum di ULM, Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi mengatakan topik yang diangkat sangat relevan dan penting. Dalam penglihatannya pula perdaran naskoba di Kalsel sudah masuk taraf mengkhawatirkan.

Baca: Ada 1,4 Juta Transmigran Datang ke Kalteng? Ini Klarifikasi Kadisnakertrans Provinsi Kalteng

“Jadi kalau tidak ada upaya serius bagi kami semua untuk mencegah peredaran gelap narkoba, maka akan banyak generasi muda yang terpapar dan bisa melemahkan bangsa ini,” ucap Prof Sutatro yang merupakan Wakil Ketua dari Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena)

Lantas, pihaknya pun  berkomitmen untuk melakukan upaya strategis bagaimana mencari metode agar bisa memberantas peredaran gelap narkoba tersebut. Bahkan ULM ketika penerimaan mahasiswa baru selalu melakukan tes narkoba terlebih dahulu. Serta secara berkala mengadakan pengambilan sample terhadap mahasiswa yang ada indikasi terlibat narkoba.

Ia juga berkomentar mengenai 36 kampung di Kalsel yang sudah terpapar narkoba. Mendengar itu, Prof Sutarto mengatakan bisa dibayangkan satu keluarga bisa mengkonsumsi narkoba. Baik anak, istri, suami. Bahkan mungkin terlibat binsis tersebut. Baginya, persoalan narkoba memang masuk taraf mengkhawatirkan.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved