Berita Banjarmasin

Hasil Tes PPPK Diumumkan 1 Maret, Mengabdi Jadi Guru Honor Hj Norliyah Rela Digaji Rp 75 ribu

Pengumuman ini akan memastikan peserta yang lolos seleksi PPPK dan diangkat menjadi pegawai kontrak dengan gaji setara PNS.

Hasil Tes PPPK Diumumkan 1 Maret, Mengabdi Jadi Guru Honor Hj Norliyah Rela Digaji Rp 75 ribu
capture /anjamasinpost.co.id
Banjarmasin Post Edisi Kamis (8/2/2019) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hasil tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diumumkan pada 1 Maret, besok. Pengumuman ini akan memastikan peserta yang lolos dan diangkat menjadi pegawai kontrak dengan gaji setara PNS.

Pengumuman ini begitu ditunggu peserta, salah satunya Hj Norliyah. "Harapannya pada pengumuman semua peserta K2 Kabupaten Banjar bisa lulus semua. Iya betul infonya 1 Maret pengumuman, saya ikut Kabupaten Banjar. Soal sistem ranking ya kita tunggulah bagaimana keputusan dari Menpan. Ya optimistis lulus," ucap Guru SDN Bawahan Selan 6, Mataraman ini.

Dia menceritakan perjalanan hidupnya, pengabdian sebagai guru dia pada tahun 2005 pertama dia cuma digaji Rp 75 ribu. Dana ini diambil dari komite sekolah. Kemudian pada 2006 sampai dengan 2013 pendapatan dia meningkat, jerih payahnya digaji Rp 200 ribu rentang tahun itu. Rp 200 ribu dari bantuan operasional sekolah.

"Pada 2014 digaji Rp 250 ribu dari BOS juga, pada tahun 2015 sampai 2017 digaji Rp 500 ribu juga masih dari BOS.

Baca: Kepala Disdik Batola Berharap Pemerintag Turunkan Passing Grade Guru Honorer K2, Ini Alasannya

Baca: 30 Persen Peserta Seleksi PPPK Tak Lulus Passing Grade, Pemprov Tunggu BPN, Ada Opsi Sistem Rangking

Baca: Pemprov Kalsel Belum Bisa Umumkan Hasil Seleksi PPPK Tahap I 2019 karena Masih Tunggu Ini

Nah, baru pada tahun 2018 dari Januari sampai sekarang digaji APBD," bebernya.

Perjuangan sebagai guru ini dia tetap syukuri dan senang dijalani sampai sekarang. Pengalaman ini dia ceritakan bukan sebuah pencitraan tapi untuk menunjukkan jika tak mudah jalan yang dilaluinya untuk itu PPPK ini begitu diidamkan.

Pada seleksi PPPK guru juga harus berkualitas , guru yang berpendidikan S1. Pada tahun 2005 Norliyah kuliah di STAI Darussalam sampai D2 lulus 2007. Lalu transfer S1 di STAI Darussalam jurusan Tarbiyah dan lulus 2010 menyandang gelar SPdI. Pengalaman ini juga begitu dia syukuri.

“Tahun 2013 kuliah lagi di Universitas Lambung Mangkurat untuk melinierkan yang ulun pegang guru kelas yakni Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan. Lulus program PGSD 2017," katanya. (banjarmasinpost.co.id/kur)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved