Berita Kalteng

Warga Tutup Jalan Manjuhan Palangkraya Pakai Pohon Pisang, Protes Lima Tahun Tak Diperbaiki

Warga dari tiga rukun tetangga yang tinggal di Jalan Manjuhan, Kelurahan Bukittunggal, Kecamatan Jekanraya Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Warga Tutup Jalan Manjuhan Palangkraya Pakai Pohon Pisang, Protes Lima Tahun Tak Diperbaiki
tribunkalteng.com/fathurahman
Warga Jalan Manjuhan Kamis (7/3/2019) menanam pohon pisang di sepanjang jalan yang berlubang hingga puluhan batang pisang yang ditanam, akhirnya kendaraan roda empat tak bisa masuk. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Warga dari tiga rukun tetangga yang tinggal di Jalan Manjuhan, Kelurahan Bukittunggal, Kecamatan Jekanraya Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (7/3/2019) melakukan aksi menutup jalan Manjuhan dengan menanam pohon pisang.

Penutupan jalan dengan menanam pohon pisang pada spot jalan berlubang di jalan permukiman di Kompleks manjuhan tersebut, sebagai bentuk aksi protes warga kepada Pemerintah Kota Palangkaraya, yang tidak mengakomudir usulan warga sejak lima tahun untuk perbaikan jalan tersebut.

Dampak dari penutupan jalan tersebut, mengakibatkan kendaraan roda empat tidak bisa masuk jalan Manjuhan dan terpaksa memutar lewat jalan lain, karena setelah lubang-lubang jalan rusak di tutup dengan pohon pisang mengakibatkan jalan menjadi sempit dan mobil tidak bisa lewat.

"Saya kaget saja pas mau masuk jalan Manjuhan ternyata banyak tumbuh pohon pisang yang menghalangi jalan masuk makanya terpaksa lewat jalan lain, meski memutar lebih jauh.Tapi saya juga berharap agar jalan Manjuhan bisa diperbaiki sehingga kendaraan lebih mudah lewat." ujar Maulida, warga setempat.

Baca: Ibu dan Nenek Reino Barack Jadi Sorotan Saat Syahrini Sungkem, Ini Rahasia Awet Muda Wanita Jepang

Penutupan jalan tersebut dilakukan sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 wib hingga pukul 10.00 wib, warga masih banyak dilokasi jalan rusak yang ditanam pohon pisang hingga mencapai sekitar satu kilometer tersebut.

Bukan hanya jalan rusak yang dikeluhkan tetapi termasuk saluran drainase yang mampet pun juga jadi masalah warga.

Ketua RW, Ijon Saha, mengatakan, usulan untuk perbaikan telah dilakukan sejak lima tahun silam dalam setiap pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan dan Kelurahan tetapi tidak pernah disetujui.

"Bahkan kabar santer menyebut, rencananya tahun ini diperbaiki, tetapi belakangan malah anggarannya dialihkan, makanya kami protes," ujarnyap. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved