Cetak

Wawancara Eksklusif Prof Dr Sutarto Hadi Soal Akreditasi A, Ini Target Rektor ULM Selanjutnya

Wawancara Eksklusif Prof Dr Sutarto Hadi Soal Akreditasi A, Ini Target Rektor ULM Selanjutnya

Wawancara Eksklusif Prof Dr Sutarto Hadi Soal Akreditasi A, Ini Target Rektor ULM Selanjutnya
banjarmasin post group
Tangkapan layar BPost Hal 1 Terbit Kamis (21/3/2019) - Sutarto Hadi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Wawancara Eksklusif Prof Dr Sutarto Hadi Soal Akreditasi A, Ini Target Rektor ULM Selanjutnya

Euforia masih terasa di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin sejak meraih akreditasi A. Tentu bukan raihan yang mudah dilaluinya. Melainkan perlu perjuangan dan pengorbanan yang tinggi hingga ULM mencapai puncak kebahagiaan tertingginya.

Nah, kisah tersebut disampaikan langsung Rektor ULM Banjarmasin, Prof Dr Sutarto Hadi melalui wawancara eksklusifnya bersama Bpost, Rabu (20/3).

Sejak kapan ULM mendambakan predikat akreditasi A?
Proses mendapatkan akreditasi ini sebetulnya sangat panjang. Perlu bertahun-tahun perjuangannya bahkan sejak kepemimpinan Prof Asnadi selaku Rektor ULM Banjarmasin dan Prof Gusti Mohammad Hatta selaku wakilnya.

Baca: Via Vallen Colek Gading Marten Saat Lihat Gempita Versi Bule di Rusia, Mirip Anak Gisella Anastasia?

Baca: Respons Tak Terduga Jokowi & Sikap Kubu Prabowo Sikapi Hasil Survei Litbang Kompas di Pilpres 2019

Baca: Ayu Dewi Bongkar Alasan Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina Tak Miliki Akun Instagram

Bagaimana perjuangan akreditasi ULM akreditasi dimulai?
Saat itu belum ada satu pun perguruan tinggi yang mengajukan akreditasi. Kalau tidak salah tahun 2006 silam. Kedua 2008, mulailah berproses memasukkan borang mendapatkan kunjungan dari asesor, dan saya kebetulan termasuk dalam terlibat dalam proses tersebut. Dan saya mulai belajar mengurus akreditasi sejak saat itu.

Apa hasil perjuangan ULM saat itu dalam mendapatkan akreditasi?
Setelah sejumlah dokumen serta dukungan dari segala macam pihak, ternyata kami dapat C pada waktu itu. Tapi dari situlah kami mulai banyak belajar bagaimana menyusun atau mempersiapan akreditasi itu.

Prof Sutarto Hadi saat diwawancari aaak media usai kemenangan atas Pilrek ULM 2018.
Prof Sutarto Hadi saat diwawancari aaak media usai kemenangan atas Pilrek ULM 2018. (banjarmasin post group/ nurkholis huda)

Apakah sudah cukup puas sampai di situ?
Tidak. Justru beralih pada 2010-2014, karena orang banyak mencela, kenapa kita cuman padahal C saja. Meski padahal C pada waktu itu luar biasa, karena orang banyak yang belum akreditasi, kita sudah akreditasi meskipun hanya C saja. Sehingga dari situlah kami kembali bangkit.

Lalu kapan ULM kembali memulai perjuangan akreditasi barunya?
Di zaman kepimpinan Prof Ruslan sebagai rektor sedangkan saya menjabat sebagai Wakil Rektor IV bidang perencanaan dan kerja sama bertekad memperbaiki, bagaimana kalau mengangkat akreditasi ULM untuk lebih tinggi lagi.

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI Thailand vs Timnas U-23 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U23 2020

Baca: Kisah Budi, Pembuat Jamu Tradisional di Kotabaru yang Bertahun-tahun Tunggu Izin Pemasaran

Bagaimana proses dan hasil pencapaian akreditasi saat itu?
Saya pun mulai membagi tugas masing-masing diantara dengan menyusun borang kembali untuk mengajukan ke BAN-PT. Dan Alhamdulillah sebelum masa jabatan Prof Ruslan habis, akreditasi ULM menjadi B.

Perjuangan selanjutnya meraih akreditasi A?
Berlanjut 2014 saya menjadi rektor. Kebetulan di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ada program untuk membantu perguruan tinggi mendapatkan akreditasi A. Karena di Indonesia ini hanya ada 12 perguruan tinggi yang dapat A waktu itu, sedangkan kementerian mempunyai target 30 perguruan tinggi akreditasi A. Saya ditawari oleh direktur pembinaan kelembagaan program ini untuk percepatan agar bisa mendapatkan akreditasi program ini.
Bagaimana hasil akhirnya?
Setelah 2016 dokumen-dokumen kami ajukan kembali, tentu dengan pembinaan dari direktorat, sehingga ada keyakinan kuat waktu bisa dapat A. Tapi rupanya kami belum beruntung. Karena skor saja naik dari 318 menjadi 338. Sementara untuk mendapatkan A harus 361.

Baca: Banyak Pos Polisi yang Kosong, Ini Penjelasan Kapolresta Banjarmasin dan Polda Kalsel

Apa yang mendorong ULM kembali optimistis mengejar akreditasi A?
Semangat itu muncul karena sebenarnya ada perubahan-perubahan pada instrumen di BAN PT. Jika sekarang hanya menggunakan tujuh standar penilaian. Nah, April 2019 nanti akan berlaku instrumen baru atau menggunakan sembilan kriteria. Dan sangat jauh berbeda dengan standar. Kalau kami mempelajari instrumen baru yang dengan 9 kriteria itu, maka akan berat sekali bagi ULM mendapatkan akreditasi unggul.
Sehingga kami menghitung, kalau kami tidak cepat-cepat melakukan reakreditasi ulang maka berlakulah instrumen baru maka akan sangat berat bagi kami untuk bisa menyusul menjadi yang terbaik di Indonesia seperti perguruan tinggi yang lain. Karena target kami kan A.

Apa selanjutnya yang akan dilakukan ULM setelah meraih akreditasi A?
Langkah berikutnya kami sedang mengupayakan ULM berbadan layanan umum (BLU), publikasi ilimiah berstandar nasional dan internasional serta program akreditasi di ULM meraih akreditasi internasional.

(banjarmasinpost.co.id/ ahmad rizky abdul ghani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved