Bagus Cemaskan Uang Pangkal
Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sudah selesai. Terlepas dari hasil UN yang belum diumumkan, satu masalah sudah terselesaikan.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sudah selesai. Terlepas dari hasil UN yang belum diumumkan, satu masalah sudah terselesaikan.
Kini masalah baru muncul, khususnya untuk orangtua siswa. Mereka harus menyiapkan uang tidak sedikit bila anaknya melanjutkan sekolah ke tingkat SMA.
Uang jutaan rupiah harus mereka siapkan untuk membayar uang pangkal. Belum lagi biaya perlengkapan lain yang harus dibeli sendiri.
“Saya menyiapkan uang Rp 5 juta. Ini patokan dari biaya masuk tahun lalu. Tahun ini pasti naik,” ucap seorang warga Sungai Andai Banjarmasin, Bagus, kepada BPost, Selasa (30/4).
Bagi dia, uang pangkal sah-sah saja diberlakukan pengelola sekolah. Asalkan, masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, yang harus diutamakan adalah keperluan siswa buka pembangunan gedung sekolah.
Berdasar pantauan koran ini di berbagai SMA sederajat baik negeri maupun swasta, uang pangkal yang dipatok berbeda-beda. Main favorit suatu sekolah biasanya makin besar biayanya.
Seperti di SMAN 2 Banjarmasin. Siswa baru dibebani uang pangkal (uang bangunan) sebesar Rp 1.750.000. Selain itu mereka juga harus membayar uang komite Rp 181 ribu, seragam Rp 400 ribu, dan SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) sebesar Rp 150 ribu per bulan.
“Itu sudah disepakati komite sekolah. Bisa dicicil. Dan, bila benar-benar tidak mampu dengan memiliki surat keterangan tidak mampu, bisa dibebaskan,” ucap Kepala SMAN 2, Bachtiar.
Di SMKN 1 Banjarmasin, belum ada kepastian besarannya. Namun, pada tahun lalu, siswa baru harus membayar uang pangkal (uang gedung) Rp 2,5 juta, biaya komite Rp 500 ribu, seragam, Rp 750 ribu dan SPP per bulan Rp 250 ribu. Selain itu juga ada biaya belanja di koperasi sekolah sebesar Rp 200 ribu per bulan.
“Ada keringanan, bahkan bisa digratiskan tergantung kondisi orangtua siswa,” kata Kepala SMKN 1, Susilo.
Uang pangkal lebih mahal diberlakukan pengelola sekolah swasta. Hal itu bisa dimaklumi karena mereka harus menyelenggarkan sendiri proses pembelajaran.
Bagi lulusan SMP sederajat yang ingin sekolah di SMA Islam Sabilal Muhtadin, orangtuanya harus menyiapkan uang Rp 6 juta hingga Rp 7 juta. Pendaftaran sudah dibuka sejak Maret hingga Juni 2013 mendatang.
Kepala SMA setempat, Helmi Ardi mengungkapkan, siswa baru harus membayar uang pangkal, infak pembangunan, dan SPP Juli 2013, sejumlah Rp 5.500.000.
Selain itu, iuran UKS (unit kesehatan sekolah), perpustakaan, OSIS (organisasi siswa sekolah), kartu pelajar, tes urine dan map rapor yang totalnya Rp 725.000.
“Soal dicicil atau dibayar tunai, tergantung kesepakatan dengan yayasan. Tentunya siswa yang diterima harus lulus seleksi tertulis, wawancara, dan membaca doa sehari-hari,” ucap dia.
Di SMA Kanaan juga diberlakukan uang pangkal. Namun, pengelola sekolah mengaku tidak mengetahui besaran dan detail kewajiban yang harus dipenuhi siswa baru karena ditetapkan yayasan.