Pengelola RS Siap Lakukan Mediasi
Kain di Perut Disimpan Dalam Botol
Setelah beberapa kali BPost mengucap salam, baru ada sahutan dari seorang perempuan dari dalam rumah bercat kuning tersebut.
Saat didatangi di rumahnya di Desa Kasiau, Murung Pudak, Agus tidak berada di rumah.Rumah beton berpagar yang berada di di pinggir Jalan Trans Kalseltim itu kosong. “Orangnya lagi manugal (menanam bibit padi). Baru saja pergi,” ujar perempuan yang rumahnya berseberangan dengan rumah Agus.
Sebelumnya, saat menemani sang ayah melapor ke Ombudsman Kalsel di Banjarmasin, Agus juga mengaku menyimpan kain tersebut. Dia pun menuntut pertanggungjawaban pengelola RSUD Pambalah Batung.
Saat dihubungi, Kepala Ombudsman Kalsel, Noorhalis Majid mengatakan beberapa kali ditelepon pengelola rumah sakit itu. “Mereka siap berkoordinasi dengan Ombudsman terkait masalah yang dialami pelapor (Husnaen). Mereka juga meminta nomor telepon pelapor, namun tidak saya berikan karena tidak ada jaminan. Saya bilang Ombudsman siap memediasi pertemuan antara pengelola rumah sakit dan pelapor,” ucapnya.
Selain itu, Noorhalis juga mengatakan pengelola RSUD Ulin siap memberi bantuan jika mediasi tidak menemukan kesepakatan. “Saya sempat bicarakan dengan pihak RSUD Ulin. Katanya siap menjadi saksi ahli hukum kalau diminta,” kata Noorhalis.
Kemarin, memang ada pertemuan antara perwakilan bagian hukum RSUD Ulin Mahli Riadi dengan Ombudsman. Namun, saat dihubungi, dia mengatakan tidak membicarakan permasalahan yang dialami Husnaen. Dia datang ke Ombudsman untuk berkoordinasi terkait adanya pengaduan dari masyarakat tentang pelayanan salah satu dokter di RSUD Ulin. (dny/ee)