Ternyata, Periode Gairah Wanita dan Pria Berlainan

Tahukah Anda bahwa periode datangnya gairah bercinta antara pria dan wanita tidaklah sama? Menurut sebuah survei

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/shutterstock
Ilustrasi bercinta 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tahukah Anda bahwa periode datangnya gairah bercinta antara pria dan wanita tidaklah sama? Menurut sebuah survei, pria ternyata cenderung bergairah di pagi hari. Sementara itu, para wanita biasanya sering merasa bergairah di malam hari.

Survei tersebut dilakukan oleh Lovehoney, sebuah produsen mainan seks. Sebanyak 2.300 orang dewasa terlibat sebagai partisipan dalam survei tersebut dan ditemukan bahwa hampir 70 persen wanita mengaku mempunyai periode gairah yang benar-benar berkebalikan dengan pasangannya. Menurut mereka, periode gairah tersebut menjadi faktor utama dalam performa bercinta.

Para wanita biasanya bergairah antara pukul 11 malam hingga pukul 2 dini hari. Menurut Allison Hill MD, ahli obstetri ginekologi di Good Samaritan Hospital, Los Angeles, Amerika Serikat, sebaiknya perbedaan periode gairah tersebut tidak menjadi halangan dalam bercinta.

Hill mengungkapkan, biasanya wanita cukup baik dalam hal fleksibilitas. Gairah pria, kata dia, cenderung lebih langsung, sementara para wanita memiliki lebih banyak metode untuk menghadirkan gairah bercinta.

"Pemikiran yang ada saat ini adalah libido wanita lebih rumit, tapi kebanyakan bersifat psikologis. Biasanya libido tidak banyak dipengaruhi oleh pasangan," ujar Hill, yang juga mengarang buku berjudul The Mommy Docs' Ultimate Guide to Pregnancy and Birth.

Hill menjelaskan, libido wanita lebih banyak dipicu oleh bagaimana wanita menilai diri sendiri dan seksualitasnya. Lalu, seorang wanita yang merasa percaya diri dan seksi biasanya akan lebih terbuka tentang seks, tanpa peduli kapan periode gairahnya.

"Gairah wanita bisa disebabkan faktor psikologis, relasional, atau fisikal, atau malah paduan antara ketiganya. Gairah pun bisa berubah tergantung apa yang tengah terjadi pada hidupnya saat itu," sebut Stephanie Buehler PhD, pengarang buku What Every Mental Health Professional Needs to Know About Sex.

Sumber: Kompas.com
Tags
Fakta Seks
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved