Benarkan Serpihan Pesawat Malaysia MH370 Disengaja Tidak Terlihat?

Pencarian serpihan badan pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines penerbangan MH370 di sebelah selatan Samudera Hindia

Benarkan Serpihan Pesawat Malaysia MH370 Disengaja Tidak Terlihat?
dailymail.co.uk
Klaim temuan puing MH370 Malaysia Airlines di Vietnam, seperti diungkap Daily Mail edisi 1 Mei 2014. Obyek di samping kapal tersebut diyakini sebagai ekor pesawat yang hilang kontak sejak 8 Maret 2014, ditambah komposisi warna yang menyerupai desain maskapai Malaysia Airlines. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pencarian serpihan badan pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines penerbangan MH370 di sebelah selatan Samudera Hindia telah dilakukan lebih dari satu tahun. Namun pencarian yang dilakukan selama ini menurut para ahli terkesan lambat dan ada yang ditutup-tutupi, seolah-olah MH370 tidak ingin diketemukan.

Pemikiran tersebut didasari pada fakta bahwa pencarian sudah lebih dari 60 persen area, namun dua kapal dengan peranti sonar bawah laut, GO Phoenix dan Fugro Discovery yang disewa oleh pemerintah Australia dan sebagian didanai oleh pemerintah Malaysia, belum melihat atau menemukan satu serpihan pun.

Pemerintah Australia pun seolah tidak mau transparan dengan memberikan data hasil pencarian kepada pihak luar untuk dianalisis.

Dengan semakin menipisnya peluang serpihan badan pesawat ditemukan, para ahli mulai mempertanyakan kompetensi perusahaan yang dikontrak untuk memetakan dasar laut, mereka disebut lebih mengutamakan kecepatan dibandingkan ketelitian dalam pencarian.

Selain itu, ada pula yang menyangsikan kemampuan Fugro, termasuk kemungkinan bahwa serpihan badan pesawat itu telah terlewatkan tanpa mereka ketahui.

Namun, baik pemerintah Malaysia maupun ATSB (Australian Transport Safety Bureau) yakin bahwa perusahaan yang dikontraknya, Fugro Survey Pty. Ltd mampu melakukan tugasnya.

Kompetensi yang dipertanyakan

Kompetensi Fugro Survey mendapat sejumlah pertanyaan dari beberapa ahli pengangkatan bangkai pesawat, termasuk peranti dan teknologi yang mereka gunakan.

Seperti yang diutarakan oleh Steven Saint Amour, ahli pengangkatan bangkai pesawat yang berbasis di Annapolis, Maryland, AS.

"Sangat aneh jika mereka menyewa perusahaan yang tidak memiliki aset dan rekam jejak," ujar Amour seperti dikutip KompasTekno dari The Huffington Post, Jumat (10/7/2015).

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved