Pengisap Ganja Cenderung Menjadi Gemuk

Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Obesity yang dilansir Metro, Rabu (26/8/2015), menyatakan pengisap ganja cenderung menjadi gemuk.

Editor: Yamani Ramlan
Metro
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah studi di Conference of Quebec University Health Centers menemukan, bukan para pelahap makanan cepat saji yang cenderung menjadi gemuk, tapi para pengisap ganja ditemukan lebih rentan mengalami masalah obesitas.

Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Obesity yang dilansir Metro, Rabu (26/8/2015), menyatakan pengisap ganja cenderung menjadi gemuk dibandingkan orang-orang non-perokok.

Para peneliti dari Konferensi Quebec Universitas Pusat Kesehatan menemukan hal itu saat meneliti 700 orang dewasa berusia 18-74, dan menemukan bahwa pengguna ganja cenderung memiliki skor indeks massa tubuh (body mass index/BMI) yang rendah yang sering diambil sebagai tanda kesehatan yang baik.

Orang dengan BMI yang rendah, cenderung memiliki lemak tubuh lebih sedikit dan cenderung berisiko lebih rendah untuk menderita diabetes.

"Dalam survei dewasa cross-sectional ini besar dengan prevalensi yang tinggi dari kedua penggunaan narkoba dan obesitas, penggunaan ganja dalam satu tahun terakhir dikaitkan dengan BMI yang lebih rendah dan persentase yang lebih rendah massa lemak,” tulis para peneliti.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved