Kapal Perang Indonesia yang Pernah Ditakuti Dunia, di Mana Kini?

Indonesia pernah dijuluki sebagai Macan Asia, salah satu alasannya karena kekuatan militernya yang ternyata mampu membuat militer asing merasa keder.

Tayang:
Editor: Mustain Khaitami
www.indomiliter.com
KRI Irian 

Teori pertama menyebutkan bahwa KRI Irian dibesituakan di Taiwan ketika TNI-AL dipimpin oleh Laksamana Soedomo pada tahun 1970an.

Alasannya adalah karena kondisi fisik KRI Irian sudah tidak mungkin lagi untuk dipertahankan. Apalagi selama ini yang memperbaiki juga teknisi Uni Soviet langsung.

Meski begitu, tidak ada catatan mengenai keberadaan kapal ini di dok besi tua Taiwan.

Presiden Soekarno saat di Uni Soviet.

Teori kedua menyebutkan bahwa KRI Irian dijual ke Jepang setelah semua persenjataannya diambil. Tapi alasan penjualan ke Jepang juga tidak jelas karena saat itu suku cadang masih tersimpan di Tanjung Priok.

Laporan tentang kapal ini di dermaga atau dok di Jepang juga tidak pernah ada.

Teori ketiga dan yang paling dipercaya oleh masyarakat adalah karena adanya persekongkolan antara Amerika Serikat dengan Soeharto.

Kabarnya, Soeharto banyak hutang budi kepada Amerika untuk menjatuhkan Soekarno dengan membuat isu komunis karena presiden dekat dengan Uni Soviet.

Setelah Soekarno berhasil digulingkan, maka Soeharto kemudian menggantikannya menjadi presiden. Saat itulah kapal ini akhirnya dimusnahkan dengan alasan perawatan yang sangat mahal hingga banyaknya kerusakan.

Alasannya tentu karena kapal ini sangat ditakuti oleh kapal induk Amerika dan Nato.

Tidak diketahui secara pasti di mana keberadaan KRI Irian sebenarnya. Namun memang sayang sekali jika kapal yang sempat begitu ditakuti tersebut akhirnya harus dimusnahkan begitu saja.

Mungkin seandainya Indonesia kembali memiliki kekuatan militer sehebat di masa lalu, negara kita akhirnya bisa kembali menjadi Macan Asia. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved