Ini Alat Kontrasepsi untuk Pria yang Dilengkapi Saklar

Seorang pria asal Jeman, Clemens Bimek, telah membuat sebuah sebuah alat kontrasepsi bagi pria yang merupakan pengembangan dari model ber-KB vasektomi

Penulis: Yamani Ramlan | Editor: Yamani Ramlan
The Sun
Bimex SLV 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kalau sebelumnya ada model ber-KB vasektomi, yaitu prosedur yang mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen melalui operasi bagi pria, ke depan hal tersebut mengalami perubahan.

Seorang pria asal Jeman, Clemens Bimek, telah membuat sebuah sebuah alat kontrasepsi bagi pria yang merupakan pengembangan dari model ber-KB vasektomi.

Kalau melalui vasektomi seorang pria bakal tidak subur lagi karena saluran spematnya di ikat atau dipotong, dan baru bisa kembali subur kalau dioperasi rekontruksi, kini hal itu bisa dilakukan hanya dengan menekan saklar.

Alat kontrasepsi yang diberi nama Bimex SLV itu, meurpakan katup yang ditanamkan pada saluran sperma yang dapat diaktifkan dan dinonaktifkan.

Jadi, saat seorang pria tak ingin membuat istrinya hamil, dia tinggal menutup katup tersebut. Atau sebaliknya, seperti menyalakan listrik di rumah.

Bimex SLV akan ditanamkan seperti prosedur vasektomi dalam operasi 30 menit.

Clemens Bimek yang bekerja sebagai tukang kayu itu sebenarnya sudah menyampaikan idenya tersebut sejak 20 tahun yang lalu.

Saat ini, Bimex SLV sedang memasuki masa uji coba medis, dan Clemens Bimek sedang mencari donatur untuk mengembangkan penemuannya.

Bimex SLV memiliki panjang 1,8 sentimeter dan berat 2 gram, akan ditanamkan dalam operasi pendek di bawah anestesi lokal.

Clemens Bimek lah orang pertama yang menjadi kelinci percobaan alat ini.

Beberapa dokter mengatakan, perangkat bisa menjadi penemuan alat kontrasepsi revolusioner.

Salah satunya adalah dr Hartwig Bauer. Dia mengatakan, temuan ini harus dianggap sebagai terobosan medis.

“Perangkat ini bukan pengganti yang sempurna untuk tindakan pengendalian kelahiran lainnya, karena setelah katup ditutup masih akan ada sel sperma dalam ejakulasi selama sekitar 3 bulan, sehingga perlindungan alternatif masih akan perlu digunakan,” ujarnya seperti dikutip The Sun.

Sedang dr Wolfgang Bühmann, juru bicara Society of Ahli Urologi Jerman, memperingatkan potensi efek samping negatif dari Bimex SLV.

"Saya percaya bahwa implantasi katup ini dapat menyebabkan membangun jaringan parut di saluran sperma," katanya.

Dia juga mencatatkan, penumpukan sperma akhirnya bisa menyumbat mekanisme saklar tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved