Juhu, Desa Perawan Terindah di Kalimantan Selatan Berada di Lereng Pegunungan Meratus
"Walaupun sekolah ini tergolong kurang layak, tetapi ada juga sekolah di sana dan mereka bisa menikmati pendidikan juga," urainya
Penulis: Yayu Fathilal | Editor: Ernawati
Di sana, pemandangan alamnya masih sangat alami, tenang dengan nuansa adat dan kekerabatan masyarakat lokal yang masih sangat kental.
Muhammed Kipli Alghifari yang pernah ke sana menuturkan pengalaman serunya saat berkunjung ke desa tersebut.
Dia ke sana berjalan kaki selama dua hari dari desa terdekat, yaitu Desa Kiyu.

Menurut pemuda yang senang menjelajah alam ini, Juhu adalah desa terindah di Kalimantan Selatan yang pernah dilihat.
"Pemandangan di kampung ini sedikit ada kesamaan dengan kampung Wae Rebo di Flores, Nusa Tenggara Timur, yaitu sama-sama terletak di perbukitan yang rimbun. Desa Wae Rebo jarak tempuhnya cuma sekitar beberapa jam tetapi Desa Juhu ini memerlukan waktu sekitar dua hari bagi pemula, jalan kaki dari desa terdekat," katanya.

Namun bagi warga setempat cuma memerlukan waktu sekitar 8-10 jam ke sana.
Disebut desa terindah karena pemandangan alam desa ini dipenuhi hamparan rumput yang hijau menutupi tanah, bebatuan gunung yang berhamburan menambah indahnya panoramanya.
Herannya lagi, di tengah belantara desa ini banyak kerbaunya juga walaupun tidak ada rawa di sana.
"Di sebelah barat desa ini tampak gagahnya puncak gunung tertinggi di Kalimantan Selatan yaitu Gunung Halau-halau," imbuhnya.
Ditambah lagi dengan keramahan warga sana dan sejuknya udaranya membuat pelancong betah tinggal di sana.

"Semua warga desa ini adalah suku Dayak. Adat lokal mereka masih sangat kental. Mereka semuanya beragama Kaharingan," ungkapnya.
Kaharingan adalah keyakinan lokal suku Dayak, semacam kepercayaan animisme dan dinamisme yang sejak lama sudah tumbuh subur di kalangan masyarakat Dayak di pulau Kalimantan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/desa-juhu-hst_20160402_170748.jpg)