Bila Pasangan Kita bukan Teman Curhat yang Baik

“Dia tergolong tenaga profesional dan pekerja sejati yang jarang dimiliki orang lain, biasanya kalau dia resign sudah ada bayangan kantor baru”

Tayang:
Penulis: Umi Sriwahyuni | Editor: Didik Triomarsidi
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

Bisa Berakhir di Meja PA

Sebenarnya, menurut M Arief, petugas di Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Banjarmasin,
Benarkah rumah tangga yang tidak didasari keterbukaan komunikasi antara suami istri bukan hal serius? Apalagi menjadi ancaman keutuhan cinta mereka?

“Sangat kasuistis. Tergantung sebesar apa pentingnya keterbukaan komunikasi bagi mereka berdua,” ujar M Arief, petugas di Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Banjarmasin.

Buktinya, menurut petugas yang karena job-nya kerap menjadi mediator psangan rumah tangga yang bermasalah, ada saja pasangan yang lantaran sikaf ‘tertutup’ ini akhirnya berakhir di pengadilan agama.

“Ada yang seperti itu. Tentu saja banyak pula yang tidak mempermasalahkannya. Dan itu tidak salah,” ujarnya.

Diakuinya, ‘ketidakterbukaan’ antara suami istri ini yang terbanyak adalah soal keuangan. Misalnya, suami tidak menyerahkan seluruh gaji kepada isteri. Kalau ada duit honor dan lain nya, umpama, tidak dikasih sama isteri.

“Biasanya suami menyebut ini uang ‘lelaki’. Uang itu kemudian dikumpulkan disimpan di bank untuk keperluan mendadak anak sekolah dan sebagainya,” ujar Arief.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved